Pada pekan ini kita akan melihat satu benag emas yang dirajut di seluruh surat Petrus. Yaitu Yesus Kristus. Petrus berbicara mengenai Yesus bukan hanya sebagai Mesias, Kristos, “yang diurapi tetapi tentang Yesus sebagai Mesias Ilahi. Artinya, kita melihat dalam 1 Petrus lebih banyak bukti akan kodrat Ilahinya Yesus. Dia adalah Allah itu sendiri. Mari kita lihat bukti-bukti itu didalam ayat-ayat yang ada dalam kitab 1 Petrus.

 

1 Petrus 1:18-19 Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.

 

Mungkin dari kita bertanya? Apakah hubungan antara darah domba dengan Yesus? Mengapa darah Yesus diibaratkan sebagai darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat? Apakah penyelamatan kita dilakukan oleh darah anak domba? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan diatas, saya perlu mengingatkan bahwa didalam Imamat 4:32-33 disebutkan disitu bila ada orang yang berdosa maka sebagai penggantinya ia akan membawa “korban penghapus dosa” seekor domba lalu akan meletakkan tangannya diatas korban penghapus dosa itu kemudian menyembelihnya menjadi korban penghapus dosa di tempat yang biasa orang menyembelih korban bakaran. Pertanyaan lanjutan, apakah darah domba ini yang menghapus dosa mereka? Tentu tidak! Ibrani menyebutkan dengan jelas.

 

Ibrani 10:3-4 Tetapi justru oleh korban-korban itu setiap tahun orang diperingatkan akan adanya dosa. Sebab tidak mungkin darah lembu jantan atau darah domba jantan menghapuskan dosa.


Maka sebagai umat Tuhan, membaca ayat diatas, kita dapat mengerti bahwa setiap melakukan korban-korban itu—korban itu mengingatkan bahwa akan adanya dosa, sedangkan yang menghapuskan dosa itu bukanlah binatang-binatang yang dikorbankan itu—tetapi yang menghapuskan dosa itu adalah Yesus; seperti yang dikatakan oleh Petrus bukan saja Petrus tetapi juga Paulus.

 

I Korintus  5:7 Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.

 

Ini juga yang menjadi ayat bagi umat Advent mengapa tidak merayakan paskah lagi? Karena bagi kita, bahwa paskah yang berarti kelepasan itu telah mencapai penggenapannya ketika Yesus mati dikayu salib.—itu baru satu hal yang kita dapat lihat dari kitab 1 Petrus 1:18-19

 

Yang berikutnya.

1 Petrus 2:21-25 Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya. Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya. Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil. Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh. Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu.

 

Sangat jelas diayat ini menyebutkan peran Yesus sebagai manusia; menjadi teladang bagi kita. Sebagai Allah ia telah memikul dosa kita. Saya yakin tidak ada manusia biasa yang bisa menghapus dan memikul dosa kita—selain hanya Allah saja—yang tidak berbuat dosa! Apalagi yang Yesus telah perbuat dan lakukan untuk kita?

 

1 Petrus 1:3-5 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan, untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu. Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir.

jelas kita umat-umat Kristen mengimani bahwa didalam kebangkitan Yesus Kristus ada satu hidup yang penuh pengharapan! Semua itu dapat kita terima didalam iman kepada Yesus Kristus—Allah kita.

Bahkan jika kita membaca Yesaya 11:1-16, Mi. 5:1-2—menyebutkan bahwa Mesias itu adalah turunan dari Daud, dari kota Betlehem—dan itu digenapi didalam Yesus. Petrus sendiri menyebut Yesus Kristus sebanyak 15 kali didalam kitab 1 dan 2 Petrus—dan Petrus telah lebih memahami Yesus sebagai sang Mesias dengan lebih jelas. Perhatikan tiga ayat terakhir berikut ini, yang memberikan penegasan atas iman Petrus yang seharusnya menjadi juga bagian dari iman nasrani kita—menegaskan bahwa Yesus adalah Tuhan.

 

2 Petrus 1:8 Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita.

2 Petrus 1:14 Sebab aku tahu, bahwa aku akan segera menanggalkan kemah tubuhku ini, sebagaimana yang telah diberitahukan kepadaku oleh Yesus Kristus, Tuhan kita

 

2 Petrus 1:16 Sebab kami tidak mengikuti dongeng-dongeng isapan jempol manusia, ketika kami memberitahukan kepadamu kuasa dan kedatangan Tuhan kita, Yesus Kristus sebagai raja, tetapi kami adalah saksi mata dari kebesaran-Nya.

 

Sebelum saya memberikan penegasan utama dari ketiga ayat diatas. Saya ingin kita melihat tulisan ayat yang berwaran biru laut ini. Ayat yang pertama “semuanya itu” ini mengarah kepada apa yang kita kenal sebagai tangga Petrus. Baca 2 Petrus 1:5-7—saya rangkumkan sebagai berikut ini; tambahkan kepada iman-kebajikan-pengetahuan-penguasaan diri-ketekunan- kesalehan-kasih akan saudara-saudara-kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang. Yang berikutnya “akan segera menanggalkan kemaah tubuhku ini” ini merujuk kepada Yohanes 21:18-19 dimana Yesus telah menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah—karena mengikuti-Nya. Dan jelas, Petrus menyebutkan bahwa Yesus sebagai Tuhan—Yesus akan datang lagi sebagai raja bukanlah dongeng isapan jempol manusia—namun mereka (para rasul) telah menjadi saksi mata dari kebesaran-Nya. Pertanyaan bagi kita saat ini adalah, maukah kita menjadi bagian dari saksi-Nya? Menyatakan bahwa Yesus adalah Tuhan dan Raja yang akan datang kembali untuk menjemput kita manusia yang percaya kepada Mesias Ilahi itu—Yesus kristus, Tuhan kita. Tuhan memberkati

geojc14

View all posts

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *