Pada pelajaran sekolah Sabat kita kali ini, merupakan rangkuman dari 12 pelajaran sekolah Sabat yang telah kita pelajari pada triwulan ini. Perlu saya ingatkan lagi bagi kita semua bahwa 1 Petrus masalah utama yang Petrus soroti adalah penganiayaan yang orang Kristen hadapi dijaman itu sedangkan dalam suratnya yang Ke-2 Petrus menanggapi masalah utama yang dihadapi oleh jemaat yaitu guru-guru palsu.[1] Dari dua tema utama tersebut kita akan mendapatkan lima hal penting yang menjadi pokok utama dari pelajaran sekolah sabat kita selama triwulan ini. Lima hal itu adalah:
Penderitaan Yesus yang menghasilkan keselamatan bagi kita

  1. Sambutan praktis kita karena mengetahui bahwa Allah akan menghakimi perbuatan kita pada penghakiman terakhir
  2. Harapan yang kita miliki dalam kedatangan Yesus yang segera.
  3. Tatanan prilaku umat Tuhan dalam masyarakat dan dalam gereja
  4. Peran Alkitab (kitab Suci) dalam memberikan bimbingan bagi kehidupan kita[2]

Saya tidak membahas kelima hal ini satu persatu, tapi saya akan mencoba membahasnya dalam bentuk Penjelasan—tanggapan. Mari kita lihat. Kejadian yang Petrus jelaskan dalam surat-suratnya adalah sebagai berikut ini:

 1 Petrus 2:22-24 Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya. Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil. Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.

Petrus memberikan penggambaran, penjelasan bahwa Yesus tidak berbuat dosa dan penderitaan yang Ia alami itu menghasilkan keselamatan bagi yang mempercayai bahwa Yesus telah mati menebus manusia dari dalam dosa—dan jangan lupa bahwa Petrus selalu menekankan bahwa Yesus adalah Tuhan dan juru selamat.

 1 Perus 1:3-4 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan, untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu.

Petrus juga memberikan pengharapan bagi umat-umat Kristen (pengikut kristus) bahwa ada sorga bagi kamu yang setia, mengalamai pembaharuan hidup dan pengharapan bagi umat-umat Tuhan. bukan hanya menggambarkan atau menunjukkan kepada umat-umat Tuhan mengenai penderitaan Yesus dan pengharapan didalam Yesus untuk kita yang percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan juru selamat, Petrus juga menunjukkan akan realita adanya penghakiman. Petrus menyatakan bahwa Allah bapa menghakimi tanpa memandang muka (1 Ptr. 1:17) Yesus mengahkim semua orang baik yang hidup dan yang mati (1 Ptr. 4:5). Petrus juga menyatakan bahwa penghakiman itu dimulai dari umat Allah sendiri (1 Ptr. 4:17).[3]

Jika kita telah melihat segala sesuatu seperti demikian bahwa ada penghakiman, penderitaan Yesus yang membawa keselamatan serta adanya pengharapan keselamatan didalam Yesus. Maka Petrus juga memberikan penjelasan akan bagaimana seharusnya umat-umat Allah meresepon akan ketiga hal ini. Maka Petrus menuliskan didalam suratnya 3 hal yang bisa kita petik dari pelajaran kita kali ini. Itu adalah: terhadap diri sendiri, terhadap sesama manusia, serta menuruti Alkitab. Mari kita lihat ayat-ayatnya.

1 Ptr. 1:14-15 Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu, tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu,

ketaatan kepada perintah Tuhan dan tidak menuruti hawa nafsu akan menuntun kita kepada panggilan kudus Allah untuk menjadi satu umat yang kudus, yang suci. Tuhan akan memampukan kita didalam panggilan kudus ini—untuk menjadi umat-umat-Nya yang kudus. Kemudian, terhadap sesama manusia, Petrus menyoroti dalam dua hal yaitu aturan didalam masyarakat dan didalam gereja.

1 Petrus 2:13-14 Tunduklah, karena Allah, kepada semua lembaga manusia, baik kepada raja sebagai pemegang kekuasaan yang tertinggi, maupun kepada wali-wali yang diutusnya untuk menghukum orang-orang yang berbuat jahat dan menghormati orang-orang yang berbuat baik.

Kita tidak disuruh untuk melawan pemerintah, kita harus menghormati, mengikuti satu tatanan pemerintahan dimana kita berada—tentunya ini berarti kita mengikuti tatanan pemerintahan yang benar. Petrus sebutkan wali-wali yang diutus untuk menghukum orang yang berbuat jahat dan menghormati orang yang berbuat baik.—kita yang di Indonesia saya rasa tidak perlu mempertanyakan bagaimana jika pemerintahannya tidak baik? Karena bagi saya pribadi, pemerintahan kita masih sangat baik, toleran dan menghargai ke-bhinekaan tunggal ika. Bagaimana dengan gereja?

1 Ptr. 5:2 Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri.

 

Pelayanan dengan sukarela, bukan mencari keuntungan—sungguh-sungguh didalam pelayanan, saling menguatkan. Tentu dalam hal ini kita tidak lupa tangga Petrus dalam 2 Ptr. 1:5-7, katalog kebajikan untuk umat-umat Tuhan.

Iman — kebajikan — pengetahuan — penguasaan diri — ketekunan — kesalehan — love to brother — love to others

Dan yang terakhir adalah, pedoman kita didalam hidup ini yaitu Alkitab, kitab Perjanjian lama dan baru, Petrus merangkumkannya dengan kata-kata berikut ini:

2 Ptr. 3:2 supaya kamu mengingat akan perkataan yang dahulu telah diucapkan oleh nabi-nabi kudus dan mengingat akan perintah Tuhan dan Juruselamat yang telah disampaikan oleh rasul-rasulmu kepadamu.

Ini adalah satu peringatan dari Petrus, dimana saat ini kita bisa membaca tulisan-tulisan, amran dan kisah mengenai nabi-nabi kudus—tentu dalam kitab perjanjian lama. Dimana kita bisa mengingat kisah Yesus, Juru selamat dan Tuhan serta membaca mengenai perintah-perintah-Nya. Itu semua tersurat didalam Injil (Matius, Markus, Lukas, Yohanes) dan juga surat-surat Paulus, Petrus dan yang lainnya yang terdapat pada kitab perjanjian baru. Itulah  dua hal yang menjadi pedoman hidup kita beragama kristen, Kitab perjanjian lama dan baru. Tuhan memberkati.

Pdt. Franklin Satori

 

[1]Disadur dari pelajaran sekolah sabat, sabat petang 17 Juni 2017, hlm. 149

[2]ibid

[3]Pelajaran sekolah sabat hari selasa 20 Juni 2017, hlm. 152.

geojc14

View all posts

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *