Ayat tema :
“Pergilah, sebab orang ini adalah ALAT PILIHAN BAGI-KU untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel.” – Kisah 9:15
 
Beberapa Informasi menarik tentang Paulus
1.     Pasal 9 dari buku Kisah, adalah seperti membuka episode baru dalam Kekristenan, karena mulai membaca tentang peranan Paulus dalam perkembangan Kristen di awal. Seorang yang sangat berjasa dalam membawa Kekristenan keluar dari Palestina dan bisa menembusi batas-batas budaya, bahasa, suku dan wilayah.
2.     Seorang yang tidak pernah bertemu Yesus secara langsung, tapi semua ajaran Paulus, berlandaskan atau berfokus pada Yesus.
3.     Bicara tentang Paulus, adalah tokoh yang sangat berkontribusi dalam PB, dari 27 buku PB, maka ada 13 buku, merupakan kontribusi dari Paulus. Dan Paling banyak serta paling luas jangkauan penginjilannya, jika dibandingkan dengan rasul-rasul lainnya.
4.     Kelebihan Paulus
·       Dari semua Rasul, maka dialah satu-satunya yang memiliki latar belakang akademis yang mumpuni, dia belajar dari Gamaliel, guru yang terkenal dikalangan orang Yahudi pada waktu itu. 
·       Dia punya wawasan agama yang paling istimewa dari antara murid-murid lainnya
·       Dia juga memiliki kedudukan yang istimewa, bahkan ada yang mengatakan bahwa dia merupakan salah seorang yang memiliki kedudukan cukup tinggi dalam masyarakat Yahudi sehingga memiliki otoritas dalam menentukan nasib Stevanus.
·       Juga memiliki kewarganeraan Roma, sesuatu yang sangat penting bagi seorang Yahudi karena, dengan statusnya ini, itu sebabnya dia tidak bisa di hukum dengan mudah, sehingga harus dibawah ke Roma.
5.     Saulus berarti “kerinduan” sedangkan Paulus berarti “kecil”.  Sebenarnya tidak ada yang terlalu mencolok dari segi nama, sehingga harus dirubah.  Tetapi berkaca pada sifat orang Yahudi, dimana nama itu mengandung makna dan tanggung jawab, maka dapat di tafsirkan bahwa Saulus mengganti namanya karena:
·       Dia ingin memisahkan kehidupannya sebelum dan sesudah menerima dan percaya Yesus
·       Dia ingin memaknai kelahiran barunya, dari seseorang yang sebelumnya menganggap diri “besar” “hebat” menjadi orang yang benar-benar “kecil” yang hanya mengandalkan Allah dalam hidupnya, kadang dia menyebut, “akulah yang paling hina dari semua rasul” (1 Kor 15:9; Efesus 3:8)  “akulah yang paling berdosa” (1 Tim 1:15)
 
PENDAHULUAN
Pertumbuhan gereja mula-mula yang pesat, tidak lepas dari penganiayaan secara fisik dan mental yang begitu hebat.  Dan para penganiaya serta cerita penganiayaan adalah bagian dari perkembangan gereja. 
 
Ellen G White menuliskan dalam Sketches from the life of Paulhal 9
“Dari antara kepahitan yang paling pahit dan para penganiaya yang kejam dan tidak berbelas kasihan atas Gereja Kristus, muncullah pembela yang paling tangguh dan paling berhasil memberitakan injil.”
 
Dan itulah Paulus
 
 
 
Latar belakang keadaan Kekristenan di jaman Paulus
1.     Komunitas kecil jika dibandingkan dengan Yahudi, apalagi non Yahudi atau orang-orang Romawi
2.     Mengalami tekanan dan penganiayaan
3.     Yahudi VS Kekristenan karena “masalah Yesus”. Terjadi perbedaan persepsi tentang Mesias.
4.     Saulus (Paulus) pada saat ke Damaskus, ia kesana sebagai utusan resmi (shaliah) komite Sanhedrin, untuk menangkap bahkan diberi otoritas untuk menganiaya orang-orang Yahudi yang telah mengikuti Yesus (Kristen).  Jadi andaikan Saulus tiba di Damaskus tanpa pertemuan di tengah jalan dengan Yesus, maka kisah pembunuhan seperti yang sudah terjadi pada Stevanus, akan lebih banyak terjadi. (Roma 8:28“Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan”)
5.     Allah yang pernah mencegah Esau untuk tidak membunuh Yakub, Allah yang pernah menahan kutuk yang akan dilakukan Bileam atas Israel, bahkan Allah yang pernah mencegah pasukan Mesir untuk membunuh orang Israel di tepi laut Teberau itu, Allah yang sama juga bekerja terhadap Saulus hari itu, mencegahnya dari perbuatan berbahaya bagi orang Kristen di Damaskus.  Dan dia masih Allah yang sama hari ini.
 
DI JALAN KE DAMASKUS
Damaskus adalah kota yang kira-kira 50 Km di sebelah utara Yerusalem.  Pada pertengahan perjalanan, disaat tengah hari maka tiba-tiba dia mendapatkan penglihatan itu dengan cahaya yang sangat terang yang berhasil membutakan mata Saulus (Cahaya kemuliaan Allah, band dengan Kel 34:29,30 waktu Musa turun dari gunung Sinai dengan kedua Loh batu ditangannya, wajahnya bercahaya dan orang Israel sangat ketakutan melihatnya)
 
Fenomena ini merupakan pengalaman yang sangat kuat membekas bagi Paulus.  Lukas sang penulis 3 kali menyebutkan dalam buku Kisah tentang pengalaman ini.  Sekali dia sendiri yang menceritakan, dan 2 kali dia kutip dari pernyataan Paulus sendiri
 
Menyangkut peristiwa yang dialami oleh Saulus itu, Dr William Sargant dalam bukunya “Battle for the Mind” menjelaskan bahwa peristiwa seperti ini merupakan pengalaman yang luar biasa dan saking terlalu luar biasa sehingga itu memberikan efek psikologi yang kuat, bukan hanya bersifat emosional sesaat tetapi bersifat permanen, seperti sebuah “brainwashing”atau “pencucian otak” yang melumpuhkan semua konsep terdahulu dan menggantikannya dengan konsep yang baru yang sangat berbeda dari sebelumnya.       
 
Lepas dari apapun pandangan manusia tentang pengalaman Saulus hari itu, tetapi semenjak hari itu, Saulus menjadi orang yang berbeda.  Dia akhirnya yang menjadi Paulus, yang bukan hanya bekerja melayani secara totalitas tetapi juga hidup dengan kehidupan yang berbeda.
 
“On the Damascus road” perlu barangkali kita memiliki pengalaman “Damascus road”.
 
KUNJUNGAN ANANIAS
Dalam Kisah 9 ini kita dapati beberapa hal tentang Tuhan.
1.     Bagaimana Allah bekerja menobatkan Saulus (Allah bisa bekerja sendiri untuk menobatkan manusia, tetapi Dia memakai kita menjadi patnerNya, supaya kita juga turut merasakan sukacita dalam melihat jiwa-jiwa yang bertobat)
2.     Bagaimana Dia menyiapkan Saulus untuk kehidupan barunya sebagai alat-Nya
3.     Bagaimana Dia menyiapkan seseorang untuk menolong Saulus, yakni Ananias
4.     Awalnya Ananias kuatir karena dia tahu siapa Saulus
5.     Tetapi membaca buku Kisah 9 ini, sangat luar biasa karena Allah mengatur semuanya.  Dia memberikan khayal kepada Ananias, dia juga memberikan khayal kepada Saulus.  Jadi Allah yang pertemukan mereka berdua (Band Petrus dan Cornelius dalam Kisah 10:1-8)
6.     Ananias adalah komponen penting dalam Kekristenan karena dari dialah, Kekristenan mendapatkan permata yang berharga dalam diri Paulus, tetapi untuk selanjutnya peran Ananias tidak terlihat, tetapi peran Paulus sangat hebat.  Begitulah pekerjaan Tuhan tidak semua harus menjadi pemeran utama, terkadang harus ada yang hanya berperan sebagai “peran pembantu” saja atau “supporting roll” tapi itu sangat baik.  Yusuf, ayah Yesus demikian juga Andreas, saudara Petrus.  Dll
7.     Ananias, Bahasa Ibraninya “Hananya” artinya “Tuhan telah mengampuni” akhirnya menolong Paulus untuk awal karirnya sebagai Rasul bagi orang-orang non Yahudi.
 
PERMULAAN PELAYANAN PAULUS
Setelah bertobat, Saulus masih tinggal beberapa waktu di Damaskus sebelum dia kembali ke Yerusalem.  Tetapi di dalam Galatia 1:17, 18, Paulus menyebutkan dia sempat ke tanah Arab selama 3 tahun.  Apa yang dilakukannya disana? Dalam bukunya Alfa dan Omega Jilid 7 (The Act of the Apostles) hal 107 berkata demikian,
 
“Di sinilah, dalam kesunyian padang pasir, Paulus mempunyai kesempatan yang luas untuk belajar dengan tenang sambil bermeditasi”
 
setelah itu Paulus menjadi berbeda
1.     Bukannya menangkap orang yang percaya Yesus tetapi justru lebih memperkenalkan Yesus kepada orang lain
2.     Bukan menghujat Yesus tetapi justru memperkenalkan Yesus sebagai Mesias
3.     Dari penganiaya justru akhirnya menjadi orang yang dianiaya karena kekristenan
4.     Dia hendak dibunuh, tetapi akhirnya bisa tertolong dan bisa lolos dari maut untuk beberapa saat
5.     Saat Paulus menerima Yesus dan mengakuiNya sebagai Tuhan, usia Paulus kurang lebih 30 an mendekati 40 tahun dan selanjutnya ada kurang lebh 30 an tahun sisa hidupnya, dia hidup menderita dalam pelayanan karena Yesus yang Dia yakini itu.        
 
KEMBALI KE YERUSALEM
Perhatikan akan hal ini, Paulus meninggalkan Yerusalem, tidak lama setelah kematian Stevanus.  Dia adalah orang yang setuju menolak pekabaran Stevanus bahkan menyetujui kematian Stevanus, tetapi 3 tahun kemudian, orang yang sama ini, yang tadinya menolak, justru kembali ke Yerusalem dengan pekabaran yang sama seperti Stevanus, yakni Yesus Kristus.   Disinilah hebatnya Allah itu terhadap Paulus.  Dalam kutipan The Act of the Apostles hal 124, Ellen G White memberi komentar demikian,
 
“Saulus dari Tarsus, dalam perjalanannya ke Damaskus, dapat dengan mudah dipukul mati oleh Tuhan dan banyak kekuatan dapat diambil dari kuasa penganiaya itu.  Tetapi Tuhan dalam rencana-Nya bukan saja menyelamatkan kehidupan Saulus, namun menjadikan dia petobat, dengan demikian memindahkan seorang pejuang dari pihak musuh kepada pihak Kristus.”                                                                                                                                                                              
PENUTUP
Pada akhirnya kita melihat beberapa fakta dibawah ini
1.     Tuhan mengatur segala sesuatu
2.     Tuhan memilih Paulus
3.     Tuhan mempersiapkan cara untuk memperluas pekabaranNya melalui Paulus
4.     Tuhan menunjukkan cintaNya kepada semua orang, baik kepada Paulus maupun orang lain (yang dimata orang Yahudi tidak layak) tetapi injil bisa tembus sampai kepada mereka.
5.     Allah itu baik.

geojc14

View all posts

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *