Saya ingin kita memulai dengan melihat ayat hafalan untuk Sabat ini: Wahyu 12:17 Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus. Inilah yang akan kita pelajari sepanjang sabat ini “peperangan” ataupun yang kita sering dengan “pertentangan besar.” Dalam pelajaran kita kali ini, kita akan melihat bagaimana akar dosa itu terjadi dalam diri Lucifer yang kemudian membawa pemberontakannya kedunia ini dengan mengikuti sertakan Adam dan Hawa. Mari kita memulaikannya dengan pertanyaan “bagaimana hal ini (dosa ataupun kejahatan) dapat dimulaikan?” mengingat bahwa Tuhan menciptakan segala sesuatunya adalah sempurna. Sebelum kita menjawab pertanyaan diatas, saya ingin menyelipkan satu pengertian yang kita terima, bahwa tentu dosa itu berasal atau bermula dari Lucifer, kita bisa lihat ayatnya dalam Yehezkiel 28:1, 2, 11-17 dan Yesaya 14:12-14.[1] Serta tulisan Roh Nubuat berikut ini:

“Telah begitu lama seluruh makhluk ciptaan menyatakan kesetiaan kasih, yang adalah telah menjadi kesempurnaan yang selaras bagi seluruh alam semesta milik Tuhan. Itu adalah kebahagiaan dari seluruh penduduk surgawi untuk memenuhi tujuan dari pencipta mereka. Mereka telah berbahagia didalam merefleksikan kemuliaan-Nya dan menunjukkan pujian dihadapan-Nya. Dan ketika kasih kepada Allah telah menjadi hal yang terpenting, kasih kepada satu dengan yang lain bersifat tulus dan tidak mementingkan diri sendiri. Tidak ada satu nada sumbang yang menganggu keselarasan alam semesta. Tetapi perubahan telah terjadi atas kebahagiaan yang ada saat ini. Ada satu pribadi yang telah menyalahgunakan kebebasan yang telah diberikan Tuhan kepada semua ciptaan-Nya. Dosa berasal dari dia, yang setingkat lebih rendah dari Kristus, dan yang paling dihormati oleh Tuhan. Patriarchs and Prophets, p. 35.[2]

—tetapi pertanyaan yang lebih dalam adalah darimana dan bagaimana bisa ada timbul embrio dosa dalam diri atau hati Lucifer yang adalah ciptaan yang sempurna ini? Mari kita lihat langsung jawabannya dalam Alkitab dan tulisan E. G. White

2 Tesalonika 2:7-8 Karena secara rahasia kedurhakaan telah mulai bekerja, tetapi sekarang masih ada yang menahan. Kalau yang menahannya itu telah disingkirkan, pada waktu itulah si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya, tetapi Tuhan Yesus akan membunuhnya dengan nafas mulut-Nya dan akan memusnahkannya, kalau Ia datang kembali.

Saya tidak akan membahas perkataan setelah yang saya garis bawahi, tetapi agar tidak kehilangan konteks ayatnya maka saya ikut sertakan sampai ayat 8. Perhatikan bahwa kedurhakaan, kejahatan, dosa itu telah mulai bekerja secara rahasia—alias susah untuk dapat diterangkan “misterius”—bagaimana mungkin dalam dunia tanpa dosa, tidak mengenal dosa, sempurna—bisa terjadi dosa? How come? Ingat tidak semua pertanyaan kita manusia yang terbatas ini dapat terjawab! Kemudian Ellen White mengatakan demikian:

“Adalah tidak mungkin untuk menjelaskan asal mula dosa juga sebagaimana dalam memberikan sebuah alasan untuk keberadaan dosa itu sendiri… dosa adalah penyusupan, sehingga tidak ada alasan yang dapat diberikan untuk keberadaan dosa itu sendiri. Dosa adalah sesuatu yang misterius, dan tidak dapat diketahui; mengijinkan keberadaan dosa adalah sama dengan mempertahankannya, kemudian itu akan menjadi dosa.”—Alfa dan Omega,  jld. 8, hlm. 516.[3]

 Kemudian mari kita melihat catatan Alkitab untuk kejatuhan manusia. Kita bisa melihat dalam Kejadian 3:1-7—ada beberapa hal yang menarik yang dapat kita tarik dari pelajaran, yang mungkin sudah sering kita dengar ini. Perhatikan kata-kata Hawa kepada ular yang mengatakan bahwa “Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?”… jawaban Hawa: “Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati.—Hawa dan Adam bukan tidak mengerti tentang firman Tuhan, bukan tidak meresapi arti dari setiap firman itu—tetapi ada satu hal penting yang tidak ada dalam pikiran Adam dan Hawa yaitu gantinya berserah dan percaya pada firman Tuhan, mereka menaruh kepercayaan mereka kepada iblis. Mari kita belajar untuk berserah dan percaya kepada firman Tuhan, bukan hanya sekedar mengetahui atau bahkan ahli dalam menjelaskan firman Tuhan—tetapi kita harus berserah, percaya dan melakukan firman Tuhan itu. Peperangan itu telah terjadi dan kita bisa melihatnya dengan lebih jelas melalui Alkitab dalam  —yang akan saya coba bagi sebagai berikut:

Wahyu 12:1-17 = peperangan sepanjang zaman sejak surga sampai saat ini
Wahyu 12:7-9 = ini adalah pertempuran pertama yaitu antara setan dan Mikhael (Who is like God?)—Yesus. Setan kalah disurga
Wahyu 12:4 = setan berusahan menyerang-Nya di dunia setelah kelahiran manusia-Nya. Gagal melawan Kristus, dan kemudian gagal melawan Dia di padang gurun dan kemudian di Salib, Setan—setelah kekalahan yang tidak dapa diubah di Golgota—pergi berperang melawan umat Allah.
Wahyu 12:6, 14-17 = Peperangan disepanjang sejarah pengikut Kristus (Kristena) dan dilanjutkan sampai akhir zaman.

Artinya jika kita membaca baik-baik kitab Wahyu 12 kita melihat peperangan ini adalah antara ciptaan (setan) dengan pencipta (Tuhan). Lalu dilanjutkan serangan kepada Yesus sebagai manusia, anak perempuan itu, kemudian kepada perempuan itu sendiri, lalu kepada keturunan perempuan yang lain—yang menuruti hukum Allah dan kesaksian Yesus. Satu pertanyaan yang sangat penting adalah bagaimana kita dapat bertahan? Umat-umat Tuhan dapat bertahan menang menghadapi serangan-serangan setan? Karena jika Tuhan menang, tentu itu wajar. Tapi bagaimana dengan kita? Bagaimana suapaya menang? Sama halnya dengan Adam dan Hawa, mereka tidak akan kalah bila tetap percaya dan berserah pada firman-Nya—karena Allah mengasihi mereka dan kita juga wajib merespons kasih-Nya dengan percaya dan melakukan firman-Nya, meskipun mungkin kematian menjadi resiko kita mengikuti Yesus. Seperti yang dikatakan oleh Paulus:

2 Timotius 4:8 Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

Inilah yang telah memberikan kekuatan disepanjang jaman, keriduan akan kedatagan Yesus Kristus yang kedua kali—menjadi pengharapan bagi semua orang, termasuk mereka yang telah dianiyaya—yang disebutkan dalam Wahyu 12:6, 14—(satu masa, dua masa dan setengah masa; 1260 hari = tahun 538-1798). Disebutkan oleh Ellen G. White sebagai berikut:

“Penganiayaan ini bermula pada zaman Kaisar Nero, pada waktu Rasul Paulus mati syahid, berlangsung terus dengan semakin kejam atau tidak kurang kejam selama berabad-abad. Orang-orang Kristen dituduh dengan tuduhan palsu melakukan kejahatan yang paling mengerikan, dan dinyatakan sebagai penyebab bencana-bencana besar seperti bahaya kelaparan, wabah dan gempa bumi. Sementara mereka menjadi sasaran kebencian dan kecurigaan, para penuduh, demi keuntungannya menkhianati orang yang tidak bersalah itu. Mereka dituduh sebagai pemberontak yang melawan kerajaan, sebagai musuh agama, dan sebagai wabah bagi masyarakat. Banyak yang dilemparkan kepada binatang buas dan dibakar hidup-hidup di amfiteater.”—Alfa dan Omega, jld. 8, hlm. 41.[4]

Dan ini semua tergambar dengan jelas dalam nama kita. Pengharapan kita dan yang kita ingin lakukan diatas dunia ini dalam menantikan pengharapan itu. Gereja Masehi Advent hari Ketujuh. Bagian hari ketujuh menunjukkan Sabat hari ketujuh, yang menunjuk kepada keyakinan kita, bukan hanya dalam satu hukum itu sendiri tetapi, melalui maksud, keyakinan kita dan sepuluh hukum. Advent menunjuk kepada keyakinan pada kedatangan Yesus yang kedua kali. Oleh karena itu, nama Masehi Advent Hari Ketujuh menunjuk kepada dua komponen kebenaran masa kini yang krusian yang tidak dapat dipisahkan: hukum dan Injil.[5] Yang tentunya sesuai dengan firman Tuhan yang mengatakan:

Wahyu 14:12 Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus.

Marilah kita menjadi para pengikut Kristus yang menuruti firman ataupun perintah Allah dan yang percaya (iman) kepada Yesus serta melakukannya. Tuhan memberkati.

[1]Pelajaran sekolah sabat, minggu 1 April 2018, hlm. 6
[2]Pelajaran sekolah Sabat, bahasa inggris, jumat 6 April 2018, hlm. 11
[3]Pelajaran sekolah Sabat, minggu 1 April 2018, hlm. 6
[4]Pelajaran sekolah Sabat, Rabu 4 April 2018, hlm. 9
[5]Disadur dari Pelajaran Sekolah Sabat, Kamis 5 April 2018, hlm. 10

geojc14

View all posts

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *