Pada pekan ini kita akan melihat peran penatalayan didalam kehidupan kita dan beberapa doktrin penting yang menjadi doktrin dasar dari gereja masehi Advent hari ketujuh yaitu pekabaran tiga malaikat dan kaabah yang sebenarnya juga berkaitan erat dengan penatalayanan. Mari kita langsung melihat hal-hal penting yang dipaparkan dalam pelajaran sekolah Sabat kita. Saya ingin memulaikan dari apa yang dimaksud oleh penatalayanan dari LeRoy E. Froom:

“It is not a theory nor a philosophy but a working program. It is in verity the Christian law of living…. It is necessary to an adequate understanding of life, and essential to a true, vital religious experience. It is not simply a matter of mental assent, but is an act of the will and a definite, decisive transaction touching the whole perimeter of life.” – LeRoy E. Froom, Stewardship in Its Larger Aspects (Mountain View: Calif., Pacific Press Publishing Association, 1929), p. 5.

Penatalayanan bukanlah bersifat teori ataupun filsafat belaka tetapi adalah program pekerjaan yang perlu dihidupkan. Itu mendasari prinisip hidup umat kristen dan merupakana satu kebenaran yang vital yang perlu kita hidupkan. Pusat penatalayana adalah Yesus Kristus seperti yang digambarkan dalam pelajaran sekolah Sabat kita yang menyebutkan demikian:

“Jesus is the living center of everything.” – Ellen G. White, Evangelism, p. 186.

Christ is the heart of our stewardship and the source of our power. Because of Him, we produce a life worth living, demonstrating to all that He is the central focus of our lives. Paul may have experienced many trials, but no matter where he was or what happened to him, he had one priority for living: “For to me, to live is Christ, and to die is gain” (Phil. 1:21, NKJV).[1] Semua bersumber dan berakar pada Yesus, karena apa yang dapat kita berikan saat ini pun adalah karena kasih karunia dari Yesus, bukan? Ayat Alkitab mengatakan sebagai berikut:

2 Korintus 5:17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

Jika kita ada didalam Yesus, maka cara hidup, cara berfikir kita telah menjadi baru—menjadi seorang penatalayan yang sejati.—penatalayan yang berpusat kepada Yesus Kristus bukan diri sendiri. Yang disimpulkan dalam tulisan Ellen G. White pada SDA Bible Commentary sebagai berikut:

“The sacrifice of Christ as an atonement for sin is the great truth around which all other truths cluster. . . . Those who study the Redeemer’s wonderful sacrifice grow in grace and knowledge.” – Ellen G. White Comments, The SDA Bible Commentary, vol. 5, p. 1137.

Jadi jelas bahwa pusat dari penatalayanan itu sendiri adalah Yesus Kristus terlebih khusus melihat peran Yesus Kristus yang terangkum didalam doktrin Kaabah. Serta peran kita sebagai anggota gereja masehi Advent hari ketujuh didalam membawakan pekabaran tiga malaikat. Dalam pelajaran sekolah sabat kita diulang-ulangi sebuah ilustrasi roda. Berikut ini adalah gambaran roda, untuk mempermudah kita didalam membahas pelajaran sekolah Sabat kita.

Ini adalah gambar roda atau kita biasa menyebutnya ban. Berikut komentar dari pelajaran sekolah Sabat kita yang menyebutkan sebagai berikut: kita akan menggambarkan doktrin bait suci sebagai pusat roda (hub). Pusat menempel ke sumbu roda (axle) dan memberikan stabilitas lebih untuk roda ketika itu berputas. Setelah mengalami kematian dan kebangkitan yang menang (2 Tim. 1:10), Kristus melalui kematian-Nya adalah dasar untuk pekerjaan-Nya dalam bait suci (Ibr. 6:19-20) dan memberikan stabilitas untuk iman kita. Dan dari bait suci Ia melayani demi kita yang di bumi ini (lihat Ibr. 8:1-2).[2]

Saya ingin memberikan penekanan yang sangat penting dalam pelajaran kali ini, perhatikan bahwa sesuai pelajaran kita kali ini bahwa pusat doktrin itu adalah bait suci—tapi ingat apa yang menjadikan bait suci itu penting ataupun pusat karena didalam doktrin bait suci ada tergambar begitu jelas mengenai peran Yesus Kristus didalam menyelamatkan manusia. Lagipula pelajaran sekolah Sabat kita mengatakan sebagai berikut: The sanctuary doctrine helps reveal the great truth of salvation and redemption, which is at the core of all Christian theology. In the sanctuary we see not only Christ’s death for us, but His ministry in the heavenly sanctuary as well.[3] Kalau bait suci itu adalah pusat, pelek, the rim of a wheel itu diibaratkan apa ya? Itu adalah pekabaran tiga malaikat dan tentunya doktrin-doktrin gereja yang sesuai dengan Alkitab. Pekabaran malaikat kita bisa dapatkan dalam Wahyu 14:6-12 ada hal-hal penting yang saya ingin bagikan:

Pekabaran 3 malaikat (Wahyu 14:6-12)

  1. Takutlah akan Allah yang adalah pencipta

  2. Sudah rubuh, sudah rubuh babel

  3. Jangan menyembah dan menggunakan tanda binatang dan patungnya

Wahyu 14:12 Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus.

Ingat sangat penting adalah penurutan kepada perintah Allah dan iman kepada Yesus—dan tentu hal ini tidak kalah penting dari pekabaran tiga malaikat itu sendiri. sekolah sabat kita menyebutkan demikian, dengan ilustrasi bantalan besi pada pelek dijaman Romawi. It is where our beliefs get real in the rough-and-tumble scuffles of daily living. Stewardship is the outer wrapping of who we are and what we do. It is a witness of our conduct and of a life well managed. Our daily actions that reveal Christ are like the iron on the wheel that touches the road.[4] Seorang penatalayan haruslah berpusat kepada Yesus bahkan kehidupannya haruslan merepresentasikan kehidupan Yesus. Seperti  yang dikatakan oleh Ellen G. White, sebagai penutup rangkuman sekolah Sabat kita hari ini:

The principles of the gospel cannot be disconnected from any department of practical life. Every line of Christian experience and labor is to be a representation of the life of Christ.” – Ellen G. White, Christ’s Object Lessons, p. 384.[5]

[1]http://ssnet.org/lessons/18a/less10.html
[2]Pelajaran sekolah Sabat, senin 5 maret 2017, hlm. 115
[3]http://ssnet.org/lessons/18a/less10.html
[4]http://ssnet.org/lessons/18a/less10.html
[5]http://ssnet.org/lessons/18a/less10.html

geojc14

View all posts

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *