Ayat tema :
Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi.   Dan sesudah Ia ditinggikan oleh tangan kanan Allah dan menerima Roh Kudusyang dijanjikan itu, maka dicurahkan-Nya apa yang kamu lihat dan dengar di sini. – Kisah 2:32,33
 
Informasi penting tentang Pentakosta 
1.     Pentakosta, datang dari bahasa Yunani, pentekoste adalah hari raya tujuh minggu bangsa Yahudi.
2.     Dari kata “Pentakosta” bisa diartikan “kelima puluh” dan perayaan ini dirayakan setelah ke-50 hari dihitung dari hari pertama perayaan paskah.
3.     Sering disebut juga hari raya menuai, atau hari raya hulu hasil (khag syavu’ot) – Kel 23:16; 34:22; Bil 28:26; Imam 23:16.
4.     Hari raya ini dalam kalender Yahudi jatuh pada bulan Sivan atau sekitar bulan Mei-Juni
5.     Perlu diketahui bahwa Yesus diserahkan dan akhirnya disalibkan terjadi pada saat perayaan paskah atau roti tidak beragi (Matius 26:2,17-19) yang biasanya berlangsung selama beberapa hari.  Hari raya paskah ini dalam kalender orang Yahudi jatuh pada bulan Nisan atau sekitar bulan Maret April. 
6.     Jadi jika di lihat maka, jarak waktu antara kematian Yesus dengan peristiwa Pentakosta dalam buku Kisah, cocok dengan kronologis yang dikisahkan Lukas dalam kedua bukunya, yakni ada 50 hari atau hampir 2 bulan.
7.     Jika dilihat dari makna perayaan pentakosta, yakni merayakan hulu hasil dengan ditandai penuaian, maka pada saat hari pentakosta dimana murid-murid menerima kecurahan Roh Kudus hingga akhirnya mereka bisa membaptiskan 3000 jiwa dalam sehari (Kisah 2:41), makna perayaan ini benar-benar cocok maknanya dengan peristiwa saat murid-murid “menuai jiwa”, “panen jiwa” dalam sehari 3000 jiwa.
 
Pendahuluan
Momentum kecurahan Roh Kudus dan penuaian besar dalam sehari, 3000 jiwa pada hari Pentakosta ini sering dimaknai sebagai hari lahir gereja Kristen di atas muka bumi ini.  Segalanya dimulai atau diawali dengan pekerjaan Roh Kudus atas setiap umat Allah. 
 
Dalam buku Matius 28:19, kita menemukan perintah Yesus, “pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku” dan Kisah 1:8, Yesus berkata, “kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”  Tetapi mendahului pelaksanaan perintah ini, Kisah 1:4 katakan,
 
“Ia MELARANG MEREKA MENINGGALKAN YERUSALEM, dan MENYURUH MEREKA TINGGAL di situ…” Mengapa harus tinggal dulu di Yerusalem? Karena ada hal yang sangat penting yang menentukan keberhasilan pekerjaan injil, itulah Roh Kudus.  Tanpa adanya Roh Kudus, pekerjaan injil tidak pernah akan berhasil.  Peristiwa yang dicatat dalam buku Kisah 2:1-13, adalah peristiwa penting dalam sejarah Kekristenan, karena dari situlah, pekabaran injil itu dimulai.  Dimulaikan oleh orang-orang yang TELAH MENERIMA KECURAHAN ROH KUDUS.  
 
Hari ini, jika ada banyak kesulitan dalam pekerjaan injil, jika ada masalah dalam menyebarkan injil keselamatan khususnya bagi para pelaku-pelaku dan pekerja-pekerja injil, jangan lupa, Roh Kudus adalah penentu keberhasilan bukan individu tertentu.  Siapakah Petrus dkk, jika mereka tidak dituntun Roh Kudus?  Bukankah hampir 2 bulan sebelumnya, individu yang sama bahkan tidak berani mengakui Yesus dihadapan segelintir orang?  Disinilah kita melihat betapa penting pekerjaan Roh Kudus itu, Dia tidak hanya mengubah perilaku seseorang tapi juga memampukannya untuk menjadi saksi yang berani dihadapan orang lain.
 
KARUNIA BAHASA-BAHASA
Pada waktu hari Pentakosta ini disaat murid-murid menerima urapan Roh Kudus, Kisah 2:4 mengatakan demikian, Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus,  lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain.”
 
Peristiwa ini terjadi disaat hampir seluruh orang Yahudi yang tersebar dari berbagai daerah di laut tengah dan sekitarnya, datang ke Yerusalem untuk perayaan hari raya menuai, atau hari raya hulu hasil.  Diperkirakan di abad pertama itu, populasi Yahudi ada sekitar 8-10 juta orang dan 60 persen justru tinggal diluar Yudea, di negeri-negeri yang lain dengan menggunakan bahasa-bahasa daerah mereka masing-masing dan pada saat mereka berkumpul di Yerusalem dan mendengar murid-murid itu berbicara, mereka mengerti Bahasa-bahasa ini. Sehingga dari catatan buku Kisah ini, mengenai Karunia Bahasa atau Bahasa Roh, dapat disimpulkan demikian.
1.     Itu terjadi atas kehendak Roh Kudus dan bukan kehendak manusia
2.     Kemampuan para murid-murid ini bisa berbicara dalam Bahasa yang lain adalah sebuah mujizat karena diluar dari kesanggupan dan kemampuan murid-murid itu sendiri
3.     Bahasa-bahasa yang digunakan jelas dan dimengerti oleh setiap mereka yang mendengarkan
4.     Kemampuan yang diberikan ini semata-mata tujuannya untuk menolong mereka dalam menyampaikan kabar baik (injil) kepada orang lain dan bukan pada konteks yang lain.
 
KHOTBAH PETRUS
Perhatikan hal-hal dibawah ini
·       Petrus adalah salah seorang murid-murid yang datang dari latar belakang sederhana, hanya dari daerah perkampungan, dengan pekerjaan hanya sebagai seorang nelayan, tidak berpendidikan dll
·       Karakternya juga tidak begitu baik, mentalnya tidak stabil, bisa marah berlebihan, tidak berani, dll
·       2 bulan sebelum peristiwa ini, tepatnya pada saat Yesus sedang diadili, tidak berani mengakui bahwa dia adalah salah seorang murid Yesus.
 
Dengan kenyataan segala keterbatasan ini, tentunya mustahil untuk mengharapkan hasil besar dari seorang seperti Petrus untuk bisa dijadikan andalan dalam pekerjaan Tuhan.  Tetapi orang pertama yang berani tampil dari antara 12 murid Yesus setelah menerima kuasa Roh Kudus, justru adalah Petrus.
 
Kisah 2:14, “Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka”.  Bandingkan dengan pernyataan injil Matius dalam Matius 26:69-75, saat dia diruang pengadilan itu dan ditanyakan hubungannya dengan Yesus
 
1.     Ia menyangkal di depan semua orang (ayat 70)
2.     Ia menyangkal dengan bersumpah (ayat 72)
3.     Ia mengutuk dan bersumpah (ayat 74)
4.     Ia pergi keluar dan menangis dengan sedihnya (aat 75)
 
Semuanya kontras dengan peristiwa malam itu bukan? Disinilah kita melihat bahwa pekerjaan Roh kdus itu luar biasa, Dia bisa mengubah seseorang bahkan yang buruk sekalipun seperti halnya Petrus. 
 
Perhatikan isi Khotbah Petrus dalam Kisah 2:14-36,
·       ada nubuatan disana,
·       ada sejarah singkat disana,
·       ada pekabaran disana
·       ada amaran disana
·       tapi fokusnya benar-benar adalah Yesus Kristus. 
·       Ingat! Khotbah atau pekabaran apapun yang terbaik, itu hanyalah kalau kita MENINGGIKAN YESUS.
 
Petrus yang sudah diubahkan oleh kuasa Roh Kudus, yang meninggikan Yesus, benar-benar memiliki kuasa dalam pekabarannya hari itu. 
 
PEMULIAAN YESUS
Salah satu inti dari pekabaran Petrus adalah mengenai Yesus yang telah mati, naik ke sorga dan dimuliakan.  Dalam khotbahnya Petrus memberikan argumentasi tentang
·       siapa Yesus sesungguhnya,
·       Dia adalah kegenapan nubuatan para nabi yang sudah diketahui oleh orang Israel,
·       apa arti salib Kristus itu bagi keselamatan manusia dan
·       Yesus itu adalah benar-benar Allah dan memiliki wewenang sebagai Allah. 
·       Jadi benar-benar Yesus adalah inti dari pekabaran Petrus
·       Petrus juga menjelaskan bahwa penting untuk menerima kuasa Roh Kudus
·       Dan khotbahnya ini benar-benar berkuasa
 
HULU HASIL
Perhatikan akan hal ini, segalanya dimulai dari Roh Kudus, dan dituntun oleh Roh Kudus dalam pekerjaan, dan hasilnya adalah pekerjaan Roh Kudus.
 
Jika kita melihat Kronologis hasil yang besar ini, maka kita mendapatkan sbb:
1.     Yesus naik ke sorga
2.     Murid-murid bersatu dan berdoa meminta kuasa Roh Kudus
3.     Roh Kudus datang kepada setiap murid
4.     Roh Kudus menolong murid-murid dalam membawa pekabaran (Khotbah Petrus)
5.     Dan Roh Kudus memberikan hasil yang terbaik
 
3000 jiwa yang bertobat itu boleh disebut buah sulung untuk suatu bibit rohani yang ditanam dengan cara yang benar, diproses dengan cara yang benar dan hasilnya luar biasa.  Kepada mereka yang baru bertobat itu, juga ditawarkan Roh yang sama, yakni Roh Kudus untuk menolong mereka bertumbuh secara rohani
 
Kesimpulan
Jika Murid-murid yang pertama berhasil dengan cara ini, mengapa kita hari ini tidak bisa berhasil dengan cara yang sama? Mari kita merendahkan diri, meminta kuasa Roh Kudus untuk menuntun kita dalam menjalankan pekerjaan Tuhan. 

geojc14

View all posts

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *