Pada Sabat ini kita akan melihat bagaimana penipuan Setan yang paling efektif dan bagaimana kita berlindung dari penipuannya.[1] Sejak dulu setan selalu bekerja secara misterius, diam-diam dan terselubung dalam kepura-puraan dan metode ini akan terus digunakan sampai akhir zaman. Ellen G. White menuliskan sebagai berikut:

“Sambil bekerja dengan diam-diam dan misterius, dan untuk sementara menyembunyikan maksudnya yang sebenarnya dengan berpura-pura tampak menghormati Allah, ia berusaha untuk membangkitkan ketidakpuasan terhadap hukum-hukum yang mengatur makhluk-makhluk surgawi, dengan mengatakan bahwa mereka dibebani dengan pembatasan-pembatasan yang tidak perlu.”—Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 8, hlm. 518[2]

Sebelum kita mempelajari lebih lanjut sekolah sabat kita pada hari minggu memberikan satu penekanan secara harfiah bahwa setan itu benar-benar ada, exsist! Dewasa ini dianggap banyak orang yang tidak lagi percaya akan adanya setan. Bila tidak ada setan tentu kita tidak perlu memiliki benteng perlidungan—Yesus Kristus. “Dari semua “perlengkapan” Setan (2Kor. 2:11)—satu terjemahan dari kata Yunani untuk “pikiran” (noemata)—mungkin penipuan terbesarnya adalah menyebabkan manusia percaya bahwa dia (setan) tidak benar-benar ada.”[3] Kita bisa temukan dalam ayat-ayat berikut ini bahwa setan benar-benar ada dan ia juga memiliki kuasa untuk menipu kita seperti yang dikatakan dalam ayat-ayat berikut ini: 2 Kor 11:13-15—Iblispun menyamar sebagai malaikat terang, 2 Tes. 2:9,10—setan dengan mujizat dan tanda-tanda ajaib yang palsu, Wahyu 12:9—setan yang telah menyesatkan seluruh bumi itu dilemparkan/dikalahkan, Wahyu 20:10—Iblis yang menyesatkan itu dilemparkan dalam api yang mematikan selama-lamanya. Dan pada pelajaran hari Senin 28 Mei—kita bisa membaca dengan jelas dua kesalahan besar yang disebutkan oleh pelajaran sekolah Sabat kita mengenai—Kekekalan jiwa dan pengudusan hari selain Sabat![4]dimana untuk mensukseskan penipuannya setan menggunakan tiga hal, Ellen G. White mengatakan sebagai Persekutuan tiga serangkai? Apa ini? Nanti saudara tanyakan dan diskusikan dalam diskusi sekolah Sabat kita.

Kekekalan jiwa: adalah kepercayaan bahawa setelah meninggal, jiwa atau roh ini akan hidup dalam fase atau dimensi yang lain. Dengan adanya fenomena Near Death Experiences (NDEs)—Pengalaman menjelang kematian.—yang menyatakan bahwa pengalaman menjelang kematian, sempat berhenti bernafas, kita kenal ini di Indonesia dengan istilah mati suri—bertemu dengan makhluk spiritual yang mereka temui atau bahkan keluarga mereka yang sudah meninggal, memberikan mereka kata-kata dorongan tentang kasih, damai dan kebaikan dan tidak ada tentang penghakiman yang akan datang—pandangan Alkitabiah yang paling mendasar.[5] Jika kita membaca ayat-ayat berikut ini, Pengkhotbah 9:5, 6, 10; Mzm. 115:17; Mzm. 146:4; 1 Kor 15:16-18; Dan. 12:2—dengan jelas mengatakan bahwa orang mati tidak tahu apa-apa, yang memuji Tuhan adalah orang yang hidup, ketika orang meninggal maka setiap maksud dan rencananya juga hilang, lenyap—tidak ada mati penasaran, tetapi nanti akan ada kebangkitan didalam Yesus untuk hidup yang kekal dan yang lain bangkit untuk kematian yang kekal—mati selama-lamanya/hilang lenyap.

Daniel 12:2 Dan banyak dari antara orang-orang yang telah tidur di dalam debu tanah, akan bangun, sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal.

Termasuk ketika kita mempelajari Kejadian 1-2:4 ada begitu banyak hal yang bisa kita lihat dengan jelas. “Dua poin itu adalah tidak ada yang acak dalam tindakan penciptaan, dan tidak ada leluhur alami yang sama untuk semua spesies.”[6] Dalam kejadian 1-2:4 kita melihat dengan jelas bahwa apa yang diciptkan oleh Allah adalah dalam keadaan sungguh amat baik.

Kejadian 1:31 Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.

dan kejadian 2:1-4 adalah penutupan dimana Allah mensegel pekan penciptaan itu dengan hari Sabat. Mari kita lihat ayatnya..

Kejadian 2:1-4 Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya. Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu. Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Ketika TUHAN Allah menjadikan bumi dan langit, —

Kita juga diajarkan pada pekan ini mengenai trinitas palsunaga, binatang dari laut dan binatang dari bumi dari wahyu 13.[7] Siapakah mereka?? Anda boleh tanyakan kepada pendeta-pendeta Anda, namun yang menarik dari pelajaran kita hari ini adalah melihat adanya skema yang dilakukan oleh trintias palsu ini dalam ruang gerak yang mengikuti trinitas yang asli. Naga digambarkan disini sebagai bapa palsu—yang mengendalikan, yang memberikan kuasa pada binatang dari laut itu—yang dipalsukan seperti atau sebagai Yesus. Kuasa binatang laut ini seperti Yesus, kematian dan kemudian kebangkitan; dan memiliki tahun “pelayanan empat puluh dua bulan, atau tiga setengah tahun, satu nubuatan palsu mengenai pelayanan tiga setengah tahun Kristus. Sedang binatang dari bumi ini mengangkat kepentingan binatang dari laut, sama seperti Roh Kudus dimuliakan bukan untuk diri-Nya sendiri tetapi bagi Yesus.[8] Inilah penipuan yang akan dilakukan disepanjang zaman. Apa yang perlu kita lakukan? Saya ingin mentup dengan satu ayat.

Ulangan 4:4 sedangkan kamu sekalian yang berpaut pada TUHAN, Allahmu, masih hidup pada hari ini.

Tetaplah bersandar dan berpaut pada Tuhan maka kita akan hidup, dan memperoleh hidup yang kekal itu. Tuhan memberkati

[1]Sabat petang, 26 Mei 2018, hlm. 101
[2]Sabat petang, 26 mei 2018, hlm. 101
[3]Minggu, 27 Mei 2018, hlm. 102
[4]Bandingkan dengna paragraf 3, hari senin 28 Mei 2018, hlm. 103
[5]Hari selasa 29 Mei 2018, hlm. 104
[6]Pelajaran hari rabu 30 Mei 2018, hlm. 105
[7]Hari kamis 31 Mei 2018, hlm. 106
[8]Disadur dari pelajaran hari kamis 31 mei 2018, hlm. 106

geojc14

View all posts

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *