Ayat tema :
“Lalu mulailah Petrus berbicara, katanya: ‘Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang.’ Setiap orang dari bangsa mana pun yang takut akan Dia dan mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya.” –Kisah 10:34, 35
 
Keterangan
Jauh sebelum dunia modern mengenal tokoh-tokoh besar yang anti diskriminasi dan anti rasialisme seperti Martin Luther King Jr, Nelson Mandela, Aung San Suu Khy, Mahatma Gandhi, dll maka konsep ini telah ada dalam Alkitab dan telah jelas di awal ke Kristenan.
 
Bandingkan dengan Roma 2:11
“Sebab Allah tidak memandang bulu”
 
Itu berarti jika kita menyimak dengan benar makna ayat-ayat diatas, maka bisa disimpulkan dengan kalimat sederhana seperti ini,
 
“hanya mereka yang tidak pernah belajar Firman Allah, dan tidak mengenal Allah itu dengan benar, yang memiliki konsep dan bersikap rasialist, diskriminatif bagi sesamanya manusia. Sebaliknya bagi mereka yang betul-betul kenal siapa itu Allah dan mengerti dengan benar FirmanNya, maka dia akan selalu melihat sesama manusia, pada sikap dan sudut pandang yang terhormat, sederajat dan penuh dengan kasih.”
 
PENDAHULUAN
Kembali lagi setelah minggu yang lalu kita membahas tentang Paulus, maka kita kembali mendiskusikan tokoh Petrus.  Dan pada pelajaran ini kita akan melihat bagaimana pelayanan Petrus yang tidak berpusat pada satu tempat, tetapi dia nampak seperti gurunya, Yesus yang berjalan keliling dan bertemu dengan banyak orang dan melayani orang dengan berbagai problema hidup.  Dia adalah penginjil keliling.
 
Kisah 9:32 berkata:
“Pada waktu itu Petrus BERJALAN KELILING, mengadakan kunjungan KEMANA-MANA.”
 
Pekan ini kita melihat peranan Petrus dalam kisah tentang penyembuhan Eneas, kebangkitan Dorkas dan kisah tentang Kornelius.
 
Kita juga akan menyimak kisah tentang bagaimana Kekristenan awal itu diwarnai dengan kisah-kisah menyedihkan menyangkut penganiayaan dan tekanan yang hebat dan kisah-kisah lainnya. Pelajaran kita pekan, kita bagi dalam 4 bagian besar,
 
1.     Kisah tentang berbagai penyembuhan
2.     Kisah tentang Pertobatan
3.     Kisah tentang Gereja dan karunia Roh
4.     Kisah tentang penganiayaan
 
KISAH TENTANG BERBAGAI PENYEMBUHAN
Kisah penyembuhan yang dilakukan oleh Petrus adalah sesuatu yang penting untuk disimak, mengapa?
1.     Jika menyimak siapa Petrus sebelumnya, seorang yang jangankan membuat mujizat, dia sendiri pernah hampir tenggelam, kalau Yesus tidak menolongnya saat dia berjalan diatas air.  Artinya, dia adalah orang yang tidak mampu membuat mujizat dan tidak punya iman yang cukup, sesuatu yang sangat dibutuhkan dalam mujizat.
2.     Bahwa ternyata, dia bisa melakukan mujizat seperti yang Yesus, guruNya buat.  Yesus sembuhkan orang lumpuh? Petrus juga bisa.  Yesus bangkitkan orang mati? Petrus juga bisa. Kenapa Petrus bisa lakukan sama persis dengan yang Yesus lakukan?  Baca baik-baik Kisah 9:40, saat Petrus akan membuat Mujizat itu.  “Tetapi Petrus menyuruh mereka semua keluar, lalu ia BERLUTUT dan BERDOA.  Itulah kuncinya. 
·       BERLUTUT, menunjukkan sikap merendah, merasa tidak sanggup, tidak berdaya dihadapan Dia yang memiliki kuasa.
·       BERDOA, adalah memohon atau meminta kuasa dari Dia yang memiliki kuasa.
·       “Hanya mereka yang selalu merendah dan meminta pada Allah-lah yang akan memiliki kuasa yang besar dalam hidup ini.”
·       “Tidak ada hal yang tidak bisa diselesaikan jika ada doa yang sungguh-sungguh dari iman yang sungguh-sungguh. 
·       “Tidak pernah ada masalah yang melebihi kekuatan Allah, Dia selalu lebih besar dari apapun”
ada sebuah pernyataan menarik dalam pelajaran pekan ini yang mengatakan demikian,
 
“Para rasul membuat banyak mujizat, tetapi sebenarnya, semua ini adalah kegiatan Allah melalui tangan para rasul…..Ketika kita sepenuhnya membiarkan Allah menggunakan kita bagi pekerjaan Injil, hal-hal besar dapat terjadi.”
 
Ada yang mengatakan,
“Andaikan hari ini, ada banyak mujizat, maka akan banyak orang yang akan mengikuti Yesus, hal itu tidaklah sepenuhnya benar, atau boleh disebut kurang tepat.  Yang benar adalah, adalah lebih baik setiap orang percaya dan mengikuti Yesus, sekalipun dia tidak melihat mujizat, karena itu berarti imannya lebih besar dan tanpa harus melihat mujizat dulu supaya percaya kepada Yesus.”
 
KISAH TENTANG PERTOBATAN
Ada tiga kisah pertobatan individu yang penting yang ditulis dalam tiga pasal di buku Kisah secara berturut-turut.
1.     Pertobatan sida-sida Etiopia (Kisah 8)
2.     Pertobatan Saulus (Kisah 9)
3.     Pertobatan Kornelius (Kisah 10)
Ketiga pertobatan diatas bukan karena kuasa manusia. Perhatikan disini
1.     Pertobatan Sida-sida Etiopia adalah karena pekerjaan Malaikat Tuhan yang mengantarkan Filipus bertemu dengan sida-sida Etiopia ini dalam perjalanannya
2.     Pertobatan Saulus, Yesus sendiri yang bertemu dengannya dalam perjalanannya ke Damsyik
3.     Pertobatan Kornelius, kembali lagi Malaikat Tuhan yang menuntun Petrus dan Kornelius untuk saling bertemu.
 
Khusus untuk kisah pertobatan Kornelius ini terlihat sangat penting bukan karena melibatkan Petrus disana tapi juga ada pesan penting yang perlu disimak dari kisah ini.
1.     Pembuka tembok pemisah antara Yahudi dan non Yahudi
2.     Pasal ini sama sekali tidak membicarakan tentang masalah haram dan halal seperti yang selama ini diyakini oleh beberapa orang, tapi pasal ini untuk merobek “stigma” yang terlalu berat bagi mereka yang non Yahudi menyangkut keselamatan.
3.     Kornelius, menjadi bukti bahwa injil bersifat universal, terbuka untuk semua bangsa
4.     Injil itu meninggalkan semua tradisi lama Yahudi, seperti sunat dll dan menggantinya dengan kabar keselamatan yang berpusat hanya pada Kristus.
 
  
KISAH TENTANG GEREJA ANTIOKHIA
Pada bagian ini, kita temukan kisah tentang kelompok yang mengikuti Yesus di daerah Anthiokia, Alkitab menginformasikan bahwa untuk pertama kalinya, murid-murid yang belajar tentang Yesus disebut sebagai Kristen (11:26) tapi pada kisah ini juga kita menemukan beberapa nama penting
1.     Barnabas, catatan Alkitab menyebutkan dia adalah orang baik, penuh Roh Kudus dan iman.  Dan ayat 24 katakan, “Sejumlah orang dibawa kepada Tuhan”  ada catatan penting yang ingin saya sampaikan disini, “bicara tentang gereja, itu bicara tidak hanya tentang bangunan fisik gereja, tetapi bicara tentang individu-individu yang menjadi bagian dari gereja itu. Dan bicara tentang individu adalah bicara tentang pengaruh.  Pengaruh baik tentu dihasilkan oleh seorang yang punya kepribadian baik.  Dan Barnabas adalah orang baik, dan kebaikan inilah yang membuat sejumlah orang dibawa kepada Tuhan”
2.     Saulus atau akhirnya dikenal dengan nama Paulus. Berbeda dengan Barnabas, Saulus adalah orang yang memiliki reputasi buruk masa lalu, dimata orang Kristen, karena dialah tokoh penganiaya.  Tapi jika seorang dipakai oleh Tuhan dan mendedikasikan hidupnya untuk Tuhan, maka Tuhan akan menggunakan dia menjadi hebat.  Catatan pelajaran Sekolah Sabat menyebutkan demikian: “Selama setahun ia (Barnabas) dan Paulus bekerja bersama, himpunan besar, kebanyakan bukan Yahudi, dapat mendengar Injil.”Apa itu Injil? Kabar Baik.  Kabar baik tentang siapa? Yesus.
 
KISAH TENTANG PENGANIAYAAN
Yakobus, saudara Yohanes, menjadi korban pertama Herodes Agripa I, cucu dari Herodes Agung yang pernah memerintah untuk membunuh semua bayi, pada waktu Yesus lahir.
Baca baik-baik Kisah 12:3, motif membunuh Yakobus, dan menahan serta akan membunuh Petrus adalah hanya karena untuk “menyenangkan” hati rang Yahudi.  Bayangkanlah menyenangkan orang dengan membunuh orang lain?  Tetapi kisah dalam Kisah 12 akhirnya memberikan pelajaran bahwa, God still control of everything.  Jika Dia mengijinkan umatNya harus mengalami penderitaan maka
1.     Umatnya Dia tahu siap dan mampu menghadapinya
2.     karena Dia punya rencana yang lebih besar dan lebih dashyat dibalik penderitaan dan kematian umatNya, contohnya kasus Stevanus
pada akhirnya Kisah 12 memberi keyakinan kepada setiap orang percaya, dengan membaca kisah Petrus yang dilepaskan dari penjara, bahwa
1.     tidak ada yang mustahil jika Allah menghendaki dan bekerja. 
2.     Baca Kisah 12:5, “Tetapi jemaat dengan tekun mendoakannya kepada Allah.”  Doa memiliki kuasa yang luar biasa, apalagi dilakukan oleh banyak orang.  Yakobus 5:16, “doa orang yang benar, bila dengan yakin di doakan, sangat besar kuasanya.” Dan itu terbukti pada kasus Petrus ini.
 
“Bila Gereja berdoa, pekerjaan Allah akan maju, dan musuh-musuhnya tidak akan berhasil, walaupun jika hal ini tidak membebaskan gereja dari penderitaan dan mati syahid.” Howard Marshall, The acts of the Apostles (Grand Rapids: Eerdmans, 1980) hal 206.

geojc14

View all posts

Add comment

Your email address will not be published.