Ayat tema :
“Kita percaya, bahwa oleh kasih karunia Tuhan Yesus Kristus kita akan beroleh keselamatan sama seperti mereka juga.” – Kisah 15:11, NIV
 
Keterangan Pendahuluan
Sekitar tahun 1510-1520, saat Martin Luther, tokoh reformasi Jerman yang terkenal itu,  mempelajari kembali tulisan-tulisan Perjanjian Baru, khususnya tulisan dari Paulus, maka akhirnya dia kemukakan ide Alkitabiah tentang Sola Scriptura, Sola Fide, dan Sola Gratia (Hanya oleh iman saja). Memang benar, itu seperti konsep yang pernah diutarakan oleh Petrus dan disetujui oleh rasul-rasul lainnya dalam musyawarah di Jerusalem.
 
Musyawarah di Jerusalem ini sangat penting, dalam sejarah kekristenan karena disinilah untuk pertama kalinya, para pemimpin Gereja, dalam hal ini, para rasul, termasuk Paulus, berkumpul dan membahas sebuah isu theologia dasar yang sangat penting yang berhubungan pengorbanan Yesus.
 
Sedikit informasi :
·       Jika dihitung dari permulaan Kekristenan, maka konsili ini terjadi setelah hampir 20 tahun Kekristenan itu didirikan oleh Yesus dan disebarkan ajarannya oleh murid-muridNya ke seluruh dunia. 
·       Konsili ini terjadi sekitar tahun 49,50 Masehi
·       Atau setelah hampir 3 tahun, Paulus memulai perjalanan Misinya yang pertama dan setelah lebih dari 12 tahun, Paulus bertobat.
·       Pertemuan ini diadakan di Yerusalem dan dihadiri oleh para rasul.
 
PENDAHULUAN
Pekan kita cukup membagi pelajaran dalam 3 bagian besar,
 
1.     Pokok persoalan sehingga Konsili atau musyawarah ini diadakan
2.     Masalah Sunat
3.     Penyelesaian Masalah dan kuputusan para rasul
 
LATAR BELAKANG & POKOK PERSOALAN SEHINGGA MUSYAWARAH DIADAKAN
Seperti yang sudah kita pelajari sejak beberapa pekan yang lalu, bahwa perbedaan pandangan dalam menafsirkan ajaran Kristen antara Yahudi dan non Yahudi yang menjadi Kristen adalah pemicu utama masalah dalam gereja Kristen awal.
1.     Masalah sunat, masalah daging yang sudah dipersembahkan kepada berhala, dll
2.     Adanya tekanan dan paksaan dari kelompok Yahudi Kristen untuk menjadikan Kekristenan sebagai kelompok yang tetap menganut prinsip dan ajaran Yudaisme.
3.     Hal ini menimbulkan ketidak nyamanan diantara orang-orang yang baru bertobat, sebab mereka ditekan bahwa mereka tidak akan diselamatkan kecuali harus mengikuti kebiasaan orang Yahudi.
4.     Padahal sifat injil tidak demikian, injil itu memerdekakan orang dari perhambaan hukum-hukum Yudaisme yang memberatkan
5.     Keadaan ini akhirnya membuat perselisihan dalam jemaat, (15:2) “stasis” sehingga jemat terbagi dan terpecah. Sehingga perlu ada pemecahan yang tidak hanya diselesaikan secara jemaat tetapi memerlukan sebuah musyawarah besar yang melibatkan banyak jemaat dan banyak orang serta para pemimpin dan rasul-rasul pada saat itu.
6.     Dan ini keadaan bukan main-main (perhatikan Kisah 15:24, dalam pendahuluan surat yang dikirim ke jemaat-jemaat)

“kami telah mendengar bahwa ada beberapa orang yang menggelisakan dan mengoyangkan hatimu dengan ajaran mereka”
 
 
 
MASALAH SUNAT
1.     Salah satu persoalan besar adalah masalah sunat, tetapi perhatikan argumentasi Paulus (Roma 3:30; 1 Kor 7:18; Galatia 3:28; 5:6), seperti yang diterangkan dalam pelajaran ini, bahwa Abraham diselamatkan (atau dibenarkan) sebelum dia melakukan sunat, tetapi karena dia percaya dan yakin akan Tuhan, dan Tuhan yang membenarkannya jadi dengan demikian bukanlah factor sunat yang menyelamatkan Abraham. Sunat tidak memberi jasa apa-apa dalam keselamatan.
2.     Justru kalau memaksakan sunat atau sunat sangat ditekankan, maka arti pengorbanan Yesus itu menjadi kabur dan tidak jelas dan menjadikan Yesus tidak bermanfaat.
3.     Artinya Petrus ingin katakan bahwa baptisan kepada orang non Yahudi tanpa harus mengikuti tradisi Yahudi, di restui Allah, disetujui Allah dan malah diharapkan oleh Allah untuk dilakukan oleh murid-muridNYA
4.     Paulus :  Setiap orang dapat diselamatkan tanpa harus menjadi “seperti orang Yahudi” dulu
 
PENYELESAIAN MASALAH DAN KEPUTUSAN PARA RASUL
1.     Tentunya apa yang dituliskan Lukas dalam buku Kisah ini hanya merupakan ringkasan dari pembicaraan pada saat itu.
2.     Nampaknya Para Rasul seperti Petrus, Paulus dan Barnabas, serta Yakobus (nampaknya hanya empat orang ini yang sangat mendominasi rapat besar itu dengan argumentasi-argumentasi mereka), mereka sepakat untuk menekankan bahwa sifat injil itu terbuka, dan tidak mengekang orang dengan semua tradisi dan kebiasaan Yudaisme. Sebaliknya, Kasih Yesus Kristuslah yang menolong orang supaya selamat. 
3.     Petrus berdiri paling awal, terlihat bahwa dia merupakan tokoh penting dalam rapat besar ini, tetapi setelah itu tidak ada lagi figure Petrus yang dibicarakan secara luas dalam buku Kisah.
4.     Petrus menegur para rasul dan para penatua dan dia menyinggung dan membandingkan dengan pengalamannya mengenai pertobatan Kornelius beberapa tahun sebelumnya dan ini bukan kali pertama Petrus membuat pembelaan seperti ini (Lihat Kisah 11, Petrus mempertanggung jawabkan baptisan Kornelius). 
5.     Yakobus : Keselamatan terbuka untuk bangsa-bangsa dan itu bukan rencana manusia tetapi rencana Allah, jadi tidak bisa dilarang.
 
Penyelesaian Masalah
1.     Bahwa ada masalah teologis dalam jemaat, perlu diselesaikan dengan bersama-sama
2.     Penyelesaian yang dibuat sangat terbuka dan terselesaikan dengan baik. Tapi dari kata-kata penutup Yakobus (sepertinya adalah konklusi dari pembicaraan sidang itu) orang Kristen harus berpantang terhadap :
1)    Makanan yang sudah dipersembahkan kepada berhala dalam upacara kafir, atau yang sudah disajikan di kuil-kuil (pendapat ini sedikit berbeda dengan pandangan Paulus)
2)    Jangan makan darah
3)    Tidak boleh makan daging yang mati karena tercekik atau darahnya tidak dikeluarkan
4)    Tindakan kejahatan seksual apapun.
3.     Nah khusus akan masalah makanan (1-3) bagi kebanyakan orang Kristen saat ini, tidak lagi dipatuhi, dianggap bahwa argumentasi Yakobus saat itu hanyalah untuk menjembatani dan menyelesaikan masalah antara Yahudi dan Non Yahudi dan tidak lagi mengikat saat ini. 
4.     Tetapi jika kita membaca buku Imamat, maka masalah binatang dan darah ini adalah masalah prinsip karena ini menyangkut kesehatan jasmani.  Justru jika umat Allah benar-benar mematuhi akan larangan ini, maka itu akan menolongnya untuk terhindar dari bahaya yang disebabkan oleh darah binatang itu. Jadi ini lebih dari sekedar hukum haram dan halal, ini menyangkut kebaikan kesehatan umat Allah.
PENUTUP
Pada akhirnya supaya semua anggota mengetahui maka diputuskanlah
1.     untuk membuat surat edaran ke gereja-gereja saat itu dan dibawah oleh para rasul.
2.     Dan untuk mengawal surat ini, telah di tunjuk selain Paulus dan Barnabas yang akan kembali ke Antiokhia, maka jugaYudas dan Silas ditunjuk untuk menyertai mereka.
3.     Perlu dicatat bahwa tidak lama setelah peristiwa ini, maka Paulus menulis buku Galatia, yang penuh dengan argument yang mengedepankan akan keselamatan itu hanya oleh Kasih Karunia Allah dan diterima melalui Iman. Ada banyak surat selain surat Paulus yang ditulis dan dibacakan di jemaat-jemat yang ada.
 
Perhatian pernyataan pelajaran kita di hari Kamis, tanggal 23 Agustus, menyangkut reaksi jemaat-jemaat saat mereka menerima surat-surat edaran itu diambil dari Kisah 15:31,
 
“Setelah membaca surat itu, jemaat bersuka cita karena isinya yang menghiburkan.”
 
“ketika surat itu dibacarakan, gereja dipenuhi sukacita yang besar sebab pekabaran yang memberi dorongan; sunat tidak dituntut dari para petobat bukan Yahudi.  Mereka juga tidak mengadakan penolakan atas tuntutan-tuntutan surat itu.”
 
Dengan demikian tidak ada gambaran bahwa konferensi atau konsili atau musyawarah di Yerusalem menghasilkan perpecahan jemaat, tidak sama sama sekali.  Tetapi justru musyawarah itu menghasilkan sesuatu yang positif yang mempersatukan gereja. Mengapa? Karena semua mau dengan rendah hati belajar.
 
Tuhan berkati

geojc14

View all posts

Add comment

Your email address will not be published.