Kita bersyukur pada saat ini kita akan memasuki pelajaran sekolah Sabat kita dengan judul menyembah pencipta. Ayat hafalan terdapat dalam :

Wahyu 14:6 Dan aku melihat seorang malaikat lain terbang di tengah-tengah langit dan padanya ada Injil yang kekal untuk diberitakannya kepada mereka yang diam di atas bumi dan kepada semua bangsa dan suku dan bahasa dan kaum, 14:7 dan ia berseru dengan suara nyaring: “Takutlah akan Allah dan muliakanlah Dia, karena telah tiba saat penghakiman-Nya, dan sembahlah Dia yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata air.”

Namun sebelum itu, saya ingin mengambil dahulu kesimpulan dari pelajaran Sabat lalu, Matius 24-25 minimal ada tiga hal yang dapat kita ingat dari pelajaran kemarin yaitu amaran mengenai akhir zaman, 10 anak darah—5 bijaksana, 5 tidak bijaksana dan talenta (5, 2, 1)—ini semua adalah blue print untuk kita umat-umat Tuhan. Dimana telah diberitahukan kepada kita tanda-tanda secara universal akan kedatangan Tuhan yang Kedu kali, setelah itu adalah bagaimana nasib umat-umat Allah yang “SETIA”—cara agar kita tetap setia dan termasuk dalam 5 gadis bijaksana adalah dengan memaksimalkan segala yang ada pada kita. Jangan anggap kecil… yah Cuma 1 talenta, tapi usahkan dan gunakan itu untuk pelayanan. Sabat ini kita akan melihat bagaiman menyembah pencipta berdasarkan atas Wahyu 14:6 yang kita kenal juga sebagai pekabaran pertama dari pekabaran 3 malaikat.[1] Kita mengetahui bahwa pekabaran tiga malaikat dalam Wahyu 14:6-12 adalah satu “pekabaran masa kini” pekabaran yang selalu relevan disepanjang jaman bagi seluruh umat manusia yang percaya. Dimana janji ini telah dipatrikan oleh Allah sendiri tepat seketika manusia jatuh dalam dosa.

Kejadian 3:15 Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.”

Pekabaran malaikat pertama adalah pekabaran yang universal, injil  yang diberitakan kepada semua bangsa, suku, kaum dan bahasa. Mengapa? Karena semua suku, bangsa, suku dan bahasa tentunya telah jatuh kedalam dosa, sesuai dengan Kejadian 3:15—tetapi ada penawarnya sekolah sabat kita mengatakan demikian “obat itu, tentu, telah disediakan: kehidupan, kematian, kebangkitan dan pelayanan Yesus dalam bait suci disurga, yang adalah satu-satunya solusi kepada masalah dosa.”[2] Seperti juga yang dikatakan dalam Galatia.

Galatia 3:22 Tetapi Kitab Suci telah mengurung segala sesuatu di bawah kekuasaan dosa, supaya oleh karena iman dalam Yesus Kristus janji itu diberikan kepada mereka yang percaya.

Sekolah sabat kita memberikan satu prespektif yang sangat luar biasa didalam mengajarkan mengenai “Injil yang kekal” itu. Injil yang kekal—pekabaran itu adalah Yesus dan secara lebih detail kita bisa  melihat dalam Lukas 23:32-43—kisah mengenai Yesus disalibkan, dengan dua penjahat disebelah-Nya, jaminan apa yang didapat oleh penjahat yang berserah kepada Yesus itu? Kita lihat sekilas ayatnya:

Lukas 23:42 Lalu ia berkata: “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.” 23:43 Kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”

Luar biasa ini adalah satu jaminan kepastian bukan saja bagi penjahat itu dalam injury timenya, tetapi juga bagi kita semua yang percaya kepada Yesus sebagai Raja atas segala raja. Pekabaran malaikat pertama tidak berhenti sampai pada penyebaran injil kekal itu secara universal namun mengatakan..

 Wahyu 14:6 Dan aku melihat seorang malaikat lain terbang di tengah-tengah langit dan padanya ada Injil yang kekal untuk diberitakannya kepada mereka yang diam di atas bumi dan kepada semua bangsa dan suku dan bahasa dan kaum, 14:7 dan ia berseru dengan suara nyaring: “Takutlah akan Allah dan muliakanlah Dia, karena telah tiba saat penghakiman-Nya, dan sembahlah Dia yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata air.”

Takutlah akan Allah dan muliakanlah Dia, arti kata ini disebutkan oleh pelajaran sekolah Sabat kita sebagai berikut:

  1. Takut karena saat menghadapi kenyataan mengerikan dari perbuatan jahat manusia—dan itu adalah rasa takut yang pertama yang mendorong kita kepada Salib untuk mendapatkan pengampunan.
  2. Menyatakan kuasa Allah untuk membersihkan kita dari kejahatan.[3]

Bahkan lebih jauh lagi Alkitab menyebutkan demikian:

Matius 10:28 Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.

Kenapa takut dan muliakan Dia? Karena akan tiba penghakiman itu sendiri. Masih ingat kita pernah belajar hukum itu tidak pernah ditiadakan bahkan penghakiman itu ada! Yang ditiadakan adalah hukumannya—bagi mereka yang percaya dan menerima Yesus. Sekolah Sabat kita menuliskan demikian: “Itu sebabnya tepat “injil yang kekal” adalah kabar baik Penghakiman datang, tetapi “tidak ada penghukuman” bagi pengikut Yesus yang setia, mereka yang dibasuh, disucikan dan dibenarkan dalam nama Tuhan yesus (lihat, 1 Kor. 6:11).”[4] Setelah kita mengenal apa itu injil kekal kita dihadapkan kepada rasa takut dan memuliakan Allah karena penghakiman itu ada—yang kemudian dalam hidup kita ini akan membawa kita untuk tunduk kepada Sang pencipta. Sekolah Sabat kita mengatakan demikian: “Dengan menyembah Tuhan sebagai Pencipta, kita kembali kedasar, kita kembali ke dasar dari arti menjadi manusia dan hidup dan tidak serupa dengan makhluk ciptaan lainnya, diciptakan sesuai dengan rupa dan gambar Allah.”[5]—mengingat penciptaan tentu tidak lepas dari Kejadian 1-2:4  kita akan mendapatkan pelajaran penting-penting seperti Allah menciptakan laki-laki dan perempuan untuk bersatu dalam lembaga pernikahan, kita mendapatkan makanan manusia sebelum jatuh dalam dosa “tubi-bubi,” dan tentunya kita mendapatkan kisah mengenai Sabat. Marilah kita menyembah Pencipta kita, karena ini adalah injil yang kekal itu yang membuat kita untuk “takut” dan memuliakan Dia—karena penghakiman itu ada, tetapi bagi mereka yang percaya penghukuman itu ditiadakan bagi kita karena kuasa kasih Yesus yang memberikan kelepasan bagi mereka yang percaya dan berbuah didalam Yesus. Tuhan memberkati.

[1]Wahyu 14:6-12—pekabaran tiga malaikat
[2]Sekolah Sabat, Minggu 20 Mei 2018, hlm. 90
[3]Pelajaran hari selasa, 22 Mei 2018, hlm. 92
[4]Pelajaran hari rabu, 23 Mei 2018, hlm. 93
[5]Pelajaran hari kamis, 24 Mei 2018, hlm. 94

geojc14

View all posts

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *