Sesuai dengan judulnya tentu kita akan melihat apakah yang sedang Kristus lakukan bagi kita dalam bait suci di surga, dan mengapakah itu begitu penting bagi kita untuk dipahami khususnya pada akhir zaman?[1] Sehingga membuat Yesus sangat ditinggikan, sesuai dengan ayat hafalan berikut ini:

Filipi 2:9-11 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!

Dalam hal ini kita akan melihat dari kacamata pekerjaan Yesus dalam bait suci. Yang merupakan satu pekerjaan yang sangat penting—yang perlu kita ketahui, seperti yang Ny. White katakan:

“Pelajaran mengengai tempat kudus dan pengadilan pemeriksaan harus dimengerti dengan jelas oleh umat Allah. Semua harus mengerti kedudukan dan pekerjaan Imam Besar Agung mereka. Kalau tidak, mustahil mereka mengamalkan iman yang diperlukan sekarang ini atau menempati kedudukan yang Allah rencanakan bagi mereka.”—Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 8, hlm. 511.

Pengorbanan tertinggi yang telah dibuat oleh KEALLAHAN adalah membuat rencana keselamatan itu sendiri bagi umat manusia yaitu dengan Allah mengutus Kristus menjadi korban penghapus dosa, untuk menghukum dosa didalam daging. Apakah artinya ini? Sebagai Oknum yang kekal, Kristus tidak bisa mati. Karena itu, Ia harus menjadi manusia, mengambil kefanaan kita atas diri-Nya sendiri, sehingga, Ia dapat mati sebagai pengganti kita.[2] Seperti yang dikatakan dalam ayat berikut ini: Roma 8:3 Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging, Yesus telah menghukum dosa itu sendiri—Yesus telah bangkit, hai maut dimana sengatmu! Inilah yang dilakukan oleh Yesus Kristus, Ia menangung seluruh dosa umat manusia yang mau datang dan percaya kepada-Nya! dan Yesus janjikan kemenangan bagi kita—karena IA telah menang! Tidak sampai disitu saja, selain menjadi Anak Domba Allah yang tersembeli itu.. seperti yang digambarkan dalam dua ayat berikut ini: Wahyu 5:12 katanya dengan suara nyaring: “Anak Domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian!” Yohanes 1:29 Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.Tentu perkataan dalam Wahyu 5:12 memberikan satu ilustrasi bahwa “Anak Doma yang disembelih” adalah Yesus yang telah tersalib bagi kita semua. Sekaligus memberikan satu penekanan kembali, seperti pada Sabat yang lalu mengenai kaabah. Sekolah Sabat memberikan penekanan sebagai berikut: kisah Yesus dan pekerjaan-Nya demi keselamatan kita tidak berakhir di kitab Injil, bahkan dengan kematian dan kebangkitan-Nya. Gambaran pekerjaan-Nya dalam bait suci di surga sangat jelas terdapat dalam kitab Ibrani 7:1-28.[3] Saya berharap kita dapat membaca Ibrani 7:1-28 dimana bagi saya pribadi ini memberikan satu penekanan yang kuat mengenai keimamatan-Imam besar dari Yesus Kristus,  yang adalah suku Yehuda dimana penulis kitab Ibrani memberikan gambaran dengan menceritakan Abraham yang memberikan persepuluhan kepada Melkisedek. Saya ingin mengambil ayat yang penting tersebut:  Ibrani 7:22 demikian pula Yesus adalah jaminan dari suatu perjanjian yang lebih kuat.7:25 Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka.7:26 Sebab Imam Besar yang demikianlah yang kita perlukan: yaitu yang saleh, tanpa salah, tanpa noda, yang terpisah dari orang-orang berdosa dan lebih tinggi dari pada tingkat-tingkat sorga,

Inilah sistem keselamatan yang KEALLAHAN telah lakukan bagi kita, khususnya pelajaran kita kali ini, atas apa yang Yesus telah lakukan bagi kita. Ia telah memberikan Diri-Nya untuk kita semua, melayakkan kita dihadapan hadirat KEALLAHAN, dan menunjukkan kepada kita bukti nyata akan kasih Allah kepada semua umat manusia. Seperti yang dituliskan dalam ayat berikut ini:

Ibrani 9:12 dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal.9:13 Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah, 9:14 betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.

Itulah sebabnya Ia dapat menjadi perantara bagi kita. Sekolah Sabat mengatakan demikian: Yesus adalah pelopor, telah masuk sebagai Perwakilan kita ke dalam bait suci di surga, bahkan ke hadirat Allah bagi kita, Yaitu, yesus berdiri dihadapan Bapa, melayani karena jasa pendamaian-Nya, “penebusan kekal” yang Dia “hasilkan” untuk kepentingan kita.[4] Dan tentu gambaran pendamaian ini akan mengingatkan kita kepada apa yang tertulis dalam Imamat 16. Dimana ini adalah satu kali dalam satu tahun saat Imam Besar masuk bilik yang kedua, Bilik Yang Mahasuci (Im. 16:12-14) untuk melakukan pekerjaan pembersihan dan pendamaian atas nama bangsa itu.[5] Dan tentu ini kita ketahui, terjadi pada saat tahun 1844, seperti yang dikatakan dalam pelajaran sekolah Sabat kita sebagai berikut: ayat ini (Ibrani 9:23) tidak mengatakan bahwa pembersihan bait suci di surga segera setelah kenaikan Kristus. Dengan mempelajari kitab Daniel, kita dapat melihat bahwa fase pelayanan ini dimulai pada tahun 1844.[6] Inilah yang telah dilakukan oleh Tuhan untuk keselamatan umat manusia. Mempelajari akhir zaman tentu tidak akan lepas dengan mempelajari pelajaran Bait Suci, pembersihan berhubungan langsung kepada bait suci di surga dan pekerjaan Mesias sebagai raja dan imam.[7] Tuhan memberkati

[1]Sabat Petang, 28 April 2018, hlm. 53
[2]Minggu, 30 April 2018, hlm. 54
[3]Senin, 30 April 2018, hlm. 55
[4]Rabu, 2 Mei 2018, hlm. 57
[5]Kamis, 3 Mei 2018, hlm. 58
[6]Kamis, 3 Mei 2018, hlm. 58
[7]Jumat, 4 Mei 2018, hlm. 59

geojc14

View all posts

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *