Saya ingin memulaikan pelajaran sekolah Sabat ini dengan membacakan ayat hafalan kita pada pelajaran pekan ini. 1 Yohanes 4:10 Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita. Sabat ini kita akan melihat bagaimana kasih Bapa, Kristus dan Roh Kudus yang dapat menjamin keselamatan kita dalam pekabaran injil yang kekal itu. Kita mempercayai bahwa kita tidak diselamatkan oleh karena perbuatan baik ataupun perbuatan benar kita tetapi apa yang telah dilakukan oleh Yesus bagi kita. Seperti yang tertulis dalam pelajaran sekolah Sabat kita. Karena apa yang Kristus lakukan satu-satunya sarana yang olehnya kita diselamatkan, Inkarnasi Kristus dalam daging manusia (Rm. 8:3), kematian-Nya di kayu salib (Rm. 5:8), kebangkitan-Nya (1 Ptr. 1:3) dan pelayanan-Nya di surga (Ibr. 7:25)—hanya tindakan inilah yang menyelamatkan kita.[1] Ellen G. White sendiri menekankan dalam Faith and Works, hlm. 24 sebagai berikut:

“jika Anda mengumpulkan segala sesuatu yang baik dan suci dan mulia dan indah dalam manusia dan kemudian menyajikannya kepada malaikat Allah sebagai bagian tindakan keselamatan jiwa manusia atau sebagai jasa, proposisi ini akan ditolak sebagai pengkhianatan.”—Ellen G. White, Faith and Works, hlm. 24.[2]

KEALLAHAN adalah kasih adanya dan kita akan melihat bahwa kasih Bapa, Kristus dan Roh kudus adalah selalu ditujukan kepada umat-umat manusia yang berdosa. Satu kali Filipus bertanya kepada Yesus mengenai Allah Bapa. Perhatikan percakapan berikut ini:

Yohanes 14:8 Kata Filipus kepada-Nya: “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.” 14:9 Kata Yesus kepadanya: “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.

Ini adalah satu kesatuan KEALLAHAN yang tidak dapat dipisahkan. Ada orang berkata bahwa Allah dalam kitab perjanjian lama dan kitab perjanjian baru sepertinya berbeda—paham ini tidaklah benar! Mari kita lihat gambaran dari kitab Perjanjian Lama mengenai KEALLAHAN. Allah ini adalah Allah yang lambat marah, setia, berbelas kasihan, ramah, dan penuh dengan kasih (Kel. 34:6, 7). Allah yang memiliki kasih yang tidak habis-habisnya (Mzm. 143:8) dan gembira atas pengikut-Nya (Mzm. 147:11) Allah yang merencanakan kemakmuran dan memberikan pengharapan kepada umat-Nya (Yer. 29:11). Dalam kasih-Nya, Ia bersukacita atas umat-umat-Nya dengan nyanyian (Zef. 3:17). Ini, dan masih lebih banyak lagi, adalah gambaran seperti apakah Allah Bapa itu sebenarnya.[3] Kemudian Kasih Kristus, adalah yang telah menjembatani antara manusia yang telah jatuh dalam dosa dan KEALLAHAN. Seperti yang dituliskan dalam pelajaran sekolah Sabat kita mengenai Yesus bahwa kita butuh pribadi yang kekal sebagaimana Allah itu sendiri, pribadi yang Ilahi sebagaimana Allah sendiri, menjadi seorang manusia dan melalui kemanusaan-Nya, menawarkan diri-Nya sebagai satu korban atas dosa-dosa kita.[4] Seperti yang dapat dirangkumkan dalam ayat berikut ini:

Filipi 2:5-8 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

Itulah kasih yang dapat kita lihat bukan hanya dari Yesus Kristus tetapi dari KEALLAHAN itu sendiri termasuk Roh Kudus. Beberapa waktu ini kita mungkin mendengar ada beberapa pertanyaan seputar Roh Kudus tetapi adalah penting untuk mempelajari kembali apa yang dituliskan dalam pelajaran hari selasa, apa yang telah dilakukan oleh Roh Kudus yang adalah satu pribadi KEALLAHAN yang telah dilakukan untuk manusia. “Orang-orang Kristen dibaptiskan di dalam nama-Nya dengan Bapa dan Anak (Mat. 28:19). Roh memuliakan Kristus (Yoh. 16:14). Roh meyakinkan manusia (Yoh. 16:8). Roh dapat berdukacita (Ef. 4:30). Roh adalah penghibur (Yoh. 14:16), Penolong, Penasihat. Roh mengajar (Luk. 12:12), Pengantara (Rm. 8:26), dan menyucikan (1 Ptr. 1:2). Kristus mengatakan bahwa Roh menuntun manusia kepada semua kebenaran (Yoh. 16:13). Singkatnya Roh kudus adalah Allah, seperti Bapa dan Anak. Bersama, mereka adalah satu Allah.[5] Sekolah Sabat kita juga menerangkan bahwa Roh Kudus juga berperan aktif dalam penjelmaan Kristus sebagai manusia:–yang lahir oleh roh kudus, Matius 1:20 Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ellen White menyebutkan sebagai berikut:

Dengan demikian, Roh Kudus, dari semula bersama dengan Bapa dan Anak, bekerja untuk kepentingan kita. “Keallahan digerakkan dengan kasih sayang kepada semua makhluk, dan Bapa, Anak, dan Roh Kudus memberikan diri mereka sendiri bekerja untuk rencana penebusan.”—Ellen G. White, Counsels on Health, hlm. 222.

Dengan melihat hal ini, sebenarnya ini adalah jaminan keselamatan bagi kita bukan atas apa yang dapat kita lakukan bagi keselamatan kita, tetapi atas apa yang KEALLAHAN telah lakukan untuk kita umat manusia.

Yohanes 10:27-28 Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.

Inilah injil yang kekal itu satu pekabaran yang terdapat dalam Wahyu 14:6,7—pekabaran malaikat pertama.

Wahyu 14:6-7 Dan aku melihat seorang malaikat lain terbang di tengah-tengah langit dan padanya ada Injil yang kekal untuk diberitakannya kepada mereka yang diam di atas bumi dan kepada semua bangsa dan suku dan bahasa dan kaum, dan ia berseru dengan suara nyaring: “Takutlah akan Allah dan muliakanlah Dia, karena telah tiba saat penghakiman-Nya, dan sembahlah Dia yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata air.”

Kita diajak untuk menyembah Tuhan, tentu dalam konteks pelajaran Sabat ini adalah atas apa yang KEALLAHAN telah lakukan bagi keselamatan kita.

Efesus 1:4-5 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya,

Rencana keselamatan itu telah dibuat jauh sebelum dunia dijadikan. KEALLAHAN telah membuat satu rencana kasih keselamatan untuk umat manusia. Saat ini pilihan ada ditangan kita. Allah memilih kita, manusia untuk kembali kepada kekekalan yang Allah telah sediakan bagi kita manusia. Maukah kita menerimanya?? Kita perlu menerima panggilan ini dan percayalah kehidupan kudus dan tak bercacat dihadapan-Nya akan menjadi hasil dalam kehidupan kita didunia ini. Bukan karena usaha kita, kita dapat diselamatkan tetapi kita diselamatkan oleh rencana kasih keselamatan yang telah dibuat oleh KEALLAHAN. Tuhan memberkati.

[1]Sabat Petang, 21 April 2018, hlm. 41
[2]Sabat Petang, 21 April 2018, hlm. 41
[3]Minggu, 22 April 2018, hlm. 42
[4]Senin 23 April 2018, hlm. 43
[5]Sekolah Sabat, Selasa, 24 April 2018, hlm. 44

geojc14

View all posts

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *