Pada pelajaran kali ini kita akan melihat bagaimana kemerdekaan dalam Kristus itu. Mengingat kemerdekaan dalam Kristus telah merangkum seluruh argumentasi Paulus, dan orang-orang Galatia berada dalam bahaya melepaskan kemerdekaan itu begitu saja.[1] Pertanyaan yang perlu kita lihat dari pelajaran ini adalah… apakah itu berarti kita sudah bebas mengikuti apa yang kita mau? Atau kebebasan seperti apakah yang Yesus ingin berikan kepada kita? Mari kita langsung kepada pokok permasalahan: perlu kita ingat bahwa Paulus menghadapi dua hal yang sangat ekstrim yaitu:

  1. Adanya paham yang menyatakan keselamatan atas usaha manusia, dalam hal ini sunat
  2. Ancaman yang berikutnya adalah, kecenderungan untuk menyalahgunakan kebebasan yang kristus telah berikan kepada kita dengan tergelincir dalam hawa nafsu[2]

Nah inilah yang akan dan sementara dihadapi oleh Paulus. Mari kita lihat dua ayat dari Galatia 5:1-15 yang cukup penting untuk menjadi tumpuan pelajaran kita pada minggu ini:

Galatia 5:1 Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.

Ayat ini sudah sangat jelas, mencerminkan bahwa Kemerdekaan—keselamatan itu adalah dari Yesus bukan dari sunat—atau saat ini bisa kita terjemahkan, bukan dari penurutan akan hukum Allah—namun demikian perhatikan ayat yang berikut:

Galatia 5:13 Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.

Bagaimana kita bisa tau kehidupan itu dalam dosa? Bagaimana kita bisa tau bahwa ada kesempatan untuk berbuat dosa. Tidak lain tidak bukan, karena hukum itu tetap ada disana!! Hukum itu janganlah menjadi penghalang akan hubungan kita dengan Yesus; tetapi bukan juga menjadi alasan untuk kita hidup dalam dosa. Kemerdekaan yang dimaksdukan oleh Paulus adalah kemerdekaan yang didasarkan pada  hubungan kita dengan Yesus Kristus.[3] Ketika anda membaca Galatia 5:2-12 anda akan mendapati tiga hal berikut ini:

  1. Bila Anda sedang melakukan usaha keselamatan dengan penurutan akan hukum Allah—maka Anda harus mengikuti dan tunduk seluruhnya kepada hukum Allah untuk selamat!—yakin bisa??
  2. Ketika kita diselamatkan atas usaha kita menuruti hukum maka kita terlepas dari Kristus—artinya malah tidak selamat!!
  3. Jika sunat menjadi usaha untuk keselamatan—itu malah akan menghalangi kita kepada salib. Sekolah sabat kita menuliskan demikian, “pekabaran sunat menyiratkan bahwa Anda dapat menyelamatkan diri sendiri; dengan demikian, itu menyanjung kesombongan manusia”.[4]

Tetapi tetap perlu diingat bahwa kebebasan dalam Kristus bukanlah kita seenaknya saja hidup dalam dosa. Dalam kebodohan—nafsu dunia dan diri kita sendiri.

Galatia 5:13-14 Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih. Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!”

Kita tidak diselamatkan oleh hukum taurat, keselamatan oleh Allah—Yesus kristus. Tetapi bukan berarti hukum Allah—taurat itu hilang atau dibatalkan malahan dalam hal ini, Paulus mengingatkan kita untuk melayani karena itu tercakup dalam hukum Taurat.

Imamat 19:18 Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah TUHAN.

Inilah yang dimaksud denan memenuhi hukum taurat itu.—melayani. Seperti juga yang Yesus ajarkan kepada kita dalam..

Matius 5:17 “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.

Bagaimana Yesus menggenapi hukum Taurat itu? Itu adalah dengan jalan hidup sebagai manusia, mati di Kayu Salib, bangkit dan berjanji untuk datang kembali—melayani umat-umat Tuhan yang mau untuk dilayani. Yang mau diadopsi menjadi anak-anak Allah atau diangkat menjadi anak-anak Allah. Menerima janji akan keturunan Abraham—yaitu Yesus Kristus. Maukah Anda juga saat ini memenuhui hukum Taurat itu dengan melayani? Seperti  yang Paulus amarkan dan yang telah juga dikatakan oleh Yesus Kristus? Pilihan ada ditangan kita masing-masing. Tuhan memberkati.

[1]Pelajaran sekolah Sabat, minggu 3 September 2017, hlm. 126

[2]Pelajaran sekolah Sabat, sabat petang 2 September 2017, hlm. 125

[3]Pelajaran sekolah Sabat, senin 4 September 2017, hlm. 127

[4]Pelajaran sekolah Sabat, Selasa 5 September 2017, hlm. 128

geojc14

View all posts

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *