Ini tentunya adalah janji yang kita percayai sebagai umat-umat Tuhan. Janji ini bukan hanya ada dalam kitab perjanjian baru saja tetapi juga dalam kitab perjanjian lama, seperti dalam Yesaya 13:6, 9; Za. 14:9; Dan. 12:1—kita lihat salah satu ayatnya

Daniel 12:1 “Pada waktu itu juga akan muncul Mikhael, pemimpin besar itu, yang akan mendampingi anak-anak bangsamu; dan akan ada suatu waktu kesesakan yang besar, seperti yang belum pernah terjadi sejak ada bangsa-bangsa sampai pada waktu itu. Tetapi pada waktu itu bangsamu akan terluput, yakni barangsiapa yang didapati namanya tertulis dalam Kitab itu.

Jelas bahwa kitab Perjanjian Lama dan Baru telah menunjukkan bahwa Hari Tuhan itu ada dan nyata! Sekolah Sabat mengatakan demikian: “Dengan doktrin kedatangan Yesus yang kedua kali, penulis-penulis Perjanjian Baru tidak memberikan sebuah kebenaran baru; gantinya mereka sangat meninggikan kebenaran yang telah dinyatakan dalam Perjanjian Lama. Hanya sekarang, mengingat Juruselamat yang telah disalibkan dan yang telah bangkit, janji Kedatangan Kedua akan lebih dipahami dan lebih dihargai.”[1] Hari Tuhan itu sendiri adalah hari yang kehancuran bagi mereka yang  hilang namun juga berarti hari kelepasan bagi semua umat Allah. Mungkin tidak ada yang lain dalam Perjanjian Lama yang mengungkapkan sejelas Daniel 2, kebenaran bahwa dunia baru tidak tumbuh dari yang lama, namun merupakan ciptaan baru dan sangat berbeda.[2] Kita tahu bersama, bagaimana kisah mimpi Nebukadnezar ini—bangsa bangkit melawan bangsa, kekuatan super yang satu mengalahkan yang lainnya.. tetapi batu ini tidak demikian. Mari kita lihat ayatnya:

Daniel 2:34-35 Sementara tuanku melihatnya, terungkit lepas sebuah batu tanpa perbuatan tangan manusia, lalu menimpa patung itu, tepat pada kakinya yang dari besi dan tanah liat itu, sehingga remuk. Maka dengan sekaligus diremukkannyalah juga besi, tanah liat, tembaga, perak dan emas itu, dan semuanya menjadi seperti sekam di tempat pengirikan pada musim panas, lalu angin menghembuskannya, sehingga tidak ada bekas-bekasnya yang ditemukan. Tetapi batu yang menimpa patung itu menjadi gunung besar yang memenuhi seluruh bumi.

Daniel 2:44-45 Tetapi pada zaman raja-raja, Allah semesta langit akan mendirikan suatu kerajaan yang tidak akan binasa sampai selama-lamanya, dan kekuasaan tidak akan beralih lagi kepada bangsa lain: kerajaan itu akan meremukkan segala kerajaan dan menghabisinya, tetapi kerajaan itu sendiri akan tetap untuk selama-lamanya, tepat seperti yang tuanku lihat, bahwa tanpa perbuatan tangan manusia sebuah batu terungkit lepas dari gunung dan meremukkan besi, tembaga, tanah liat, perak dan emas itu. Allah yang maha besar telah memberitahukan kepada tuanku raja apa yang akan terjadi di kemudian hari; mimpi itu adalah benar dan maknanya dapat dipercayai.

Inilah yang menjadi pengharapan kita. Sebagaimana pengharapan dari Paulus yang akan segera dieksekusi, dia hidup dalam jaminan keselamatan dan pengharapan akan kedatangan Kristus.[3] Yang tertulis dalam ayat berikut ini:

2 Timotius 4:6-8 Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat. Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

Kedatangan Yesus bukanlah hanya sekedar gambaran ataupun kiasan tetapi ini adalah atu peristiwa besar yang telah dituliskan dalam Alkitab. Kita dapat membaca dalam Matius 24:30, 1 Tesalonika 4:16, Matius 26:64, Wahyu 1:7 dan 2 Tesalonika 1:7-10—yang menyatakan dengan jelas bahwa Yesus akan datang kembali.[4] Saya mengambil satu ayat untuk dapat kita baca bersama. Mari kita lihat jawaban Yesus kepada Imam besar, ketika Yesus akan dibawa dalam penyaliban.

Matius 26:64 Jawab Yesus: “Engkau telah mengatakannya. Akan tetapi, Aku berkata kepadamu, mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit.”

Apa yang terjadi dengan tubuh jasmani ini? Bagi kita yang percaya akan kebangkitan yang mulia bagi mereka yang percaya kepada Tuhan?

Yohanes 5:28-29 Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya, dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.

 Bagaimana kisah dari kita yang akan bangkit dan mereka yang waktu kedatangan Yesus kedua kali masih hidup, dalam menerima tubuh yang kekal itu?

 Jika kita mempelajari sekolah Sabat kita ada ayat-ayat yang menjawab dan menguatkan atas pertanyaan diatas. Kita dapat membaca dalam Roma 6:5; 1 Tes. 4:16; 1 Kor. 15:42-44, 53-55 serta Filipi 3:21; 1 Tes. 4:17.[5] Namun saya ingin kita melihat apa yang Ellen G. White katakan:

Orang setia yang hidup saat Yesus kembali akan mempertahankan tubuh fisik, namun tidak dalam keadaan sekarang. Itu akan berubah secara supraalami menjadi tubuh yang tidak dapat binasa sama dengan yang dimiliki orang mati yang bangkit dari kematian. “orang benar yang masih hidup ‘diubahkan dalam sekejap mata.’ Pada waktu Allah bersuara mereka telah dimuliakan dan dengan bangkitnya orang-orang kudus mereka diangkat untuk menemui Tuhan mereka di awan-awan.”—Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 8, hlm. 680.[6]

Saya ingin memberikan tambahan secara singkat….Waktu Yesus datang pada kali yang Ke-2, Ia akan membangkitkan mereka yang percaya kepada-Nya dan yang masih hidup saat itu yang setia kepada Tuhan—yang imannya telah bertumbuh dalam perbuatan akan diubahkan menggunakan tubuh yang tidak dapat binasa sama dengan mereka yang telah dibangkitkan. Sedangkan mereka yang tidak setia pada Tuhan, yang gagal didalam mengasah tabiat mereka untuk selaras dengan firman Tuhan dan menolak kasih karunia Tuhan—akan mati! Ada kebangkitan “istimewa” bagi mereka yang terlibat aktif dalam penyaliban Yesus Kristus dan mereka sepanjang jaman yang telah menganiyaya umat-umat Tuhan. Mereka akan bangkit seketika, melihat kedatangan Anak Allah dan mati kembali!—ingat belum ada neraka pada fase ini; nanti ketika Yesus datang pada kali yang ketiga, mendekati akhir penutupan masa seribu tahun, mereka yang mati dan tidak bangkit untuk menerima kehidupan kekal pada kedatangan Yesus yang kedua kali akan dibangkitkan untuk menerima kematian “kekal” selama-lamanya dalam api neraka. Marilah kita setia.. tambah setia dan sangat setia.. Tuhan memberkati.

[1]Minggu 24 Juni 2018, hlm. 150
[2]Senin 25 Juni 2018, hlm. 151
[3]Selasa 26 Juni 2018, hlm. 152
[4]Rabu, 27 Juni 2018, hlm. 153
[5]Kamis, 28 Juni 2018, hlm. 154
[6]Kamis, 28 Juni 2018, hlm. 154.

geojc14

View all posts

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *