Ayat tema :
“Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah.  Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembria dan dengan tulus hati, sambal memjui Allah.  Dan mereka di sukai semua orang… –Kisah 2:46,47 NIV)
 
Informasi penting tentang Gereja Mula-mula
1.     Merujuk pada pernyataan Yesus, dalam Kisah 1:8, “…“kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem” setelah peristiwa kecurahan Roh Kudus pada hari Pentakosta, maka orang-orang Kristen awal di Yerusalem, adalah komunitas percontohan “saksi yang efektif” dalam memberikan gambaran dan contoh kekristenan yang ideal.  Benar-benar mereka adalah saksi atau sample yang terbaik yang bisa dipelajari oleh semua orang dari zaman ke zaman.
2.     Mereka adalah komunitas yang kuat dalam persekutuan/persatuan, perhatikanlah kata-kata dalam Kisah 2 seperti,
·       “mereka bertekun dalam persekutuan
·       “mereka selalu berkumpul
·       dan ayat 44 berkata, “Dan semua orang yang telah menjadi percaya TETAP BERSATU, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama.”
·       ayat 46 berkata, “Dengan BERTEKUN dan dengan SEHATI mereka berkumpul tiap-tiap hari.”
Adalah gambaran betapa kuatnya persatuan komunitas ini.  Salah satu kunci penting dalam pertumbuhan gereja selain peranan Roh Kudus dalam gereja, adalah persatuan.  Tanpa ada persatuan, modal uang yang besarpun tidak mampu membuat gereja berkembang. Tanpa ada persatuan, sumber daya manusia baik dari segi intelektual akademis, posisi anggota dalam masyarakat, fasilitas gereja yang hebat, ajaran gereja yang kuatpun, tidak akan menjadi kekuatan yang bisa menopang perkembangan dan pertumbuhan gereja.  Persatuan adalah kunci kekuatan, tidak heran sebelum Yesus naik ke Sorga dalam doanya yang khusus bagi murid-muridNYA (Lihat Yohanes 17) berkali-kali Yesus menyebut, “Supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu.”
3.     Selain ini adalah kumpulan orang percaya, yang suka berdoa dan belajar akan Firman Tuhan, Ini adalah komunitas social yang peduli kepada orang lain.  Kekristenan bukan hanya soal, seseorang yang ingin dirinya diselamatkan, tapi Kekristenan juga merupakan kelompok manusia yang turut memikirkan, turut mengusahakan dan ikut peduli dengan kehidupan orang lain, baik kebutuhan hidup di dunia ini, maupun persiapan untuk masuk dalam kerajaan Sorga.
 
Pendahuluan
Buku Kisah menggambarkan secara kronologis, bahwa pergerakan Kekristenan diawali dengan kecurahan Roh Kudus kepada murid-murid Yesus (Kisah 2:1-13),  kemudian Petrus bersaksi melalui khotbahnya, dan kemudian diberikan gambaran kehidupan jemaat yang mula-mula. 
 
Informasi ini tidak hanya menggambarkan situasi saat itu, tetapi juga memberikan bukti pernyataan bahwa Jika Roh Kudus telah dimiliki oleh umat percaya maka, Roh itu akan mengubah dan berbuah.  Lukas penulis Kisah ini, juga menulis dalam injil Lukas demikian (Lukas 6:44), “Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya.” Seseorang yang dikuasai Roh akan berbuah Roh dan Galatia 5:22,23 mengatakan, “Buah Roh ialah: kasih, suka cita damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan kesetiaan, kelemah-lembutan, penguasaan diri” dengan demikian Roh itu,  
1.     Memampukan seseorang untuk menjadi saksiNya yang benar.  Contoh Petrus yang tidak berani, pengecut menjadi berkuasa dalam berbicara.  Apakah karena Petrus hebat? Bukan, tapi karena Roh Kudus memampukannya.
2.     Mengubah kebiasaan dan karakter umat Allah, menjadi lebih taat, lebih mengasihi sesama, lebih tekun dll
3.     Memberi pengaruh pada seseorang atau kelompok umat percaya, untuk mengasihi orang lain.  Dengan adanya informasi tentang cara hidup jemaat mula-mula, memberi keterangan bahwa kehidupan umat Allah diawal, tidak hanya diisi dengan belajar Alkitab dan berdoa melulu (aspek rohani saja) tetapi juga aspek social.  Seseorang yang baik dengan Tuhan, seharusnya dia juga harus baik kepada sesama.
·       Bayangkan harta dijual dan dibagikan, orientasi mereka bukan pada harta.  Tanyakan pada diri kita, mengapa banyak kali keinginan untuk menginjil dan berkorban untuk penginjilan kurang? Karena pikiran kita pada harta.  Lukas dalam injilnya berkata (Lukas 12:34) “Karena dimana hartamu berada, disitu juga hatimu berada.”
·       Setiap hari mereka lakukan ini
·       Rumah-rumah pribadi terbuka untuk setiap orang
4.     Membuat pekerjaan Tuhan lebih dashyat dan hebat serta efektif.
 
PENYEMBUHAN SEORANG LUMPUH
Buku Kisah 3:1, menulis tentang Petrus dan Yohanes pada satu ketika, kira-kira pada pukul 3 petang, mereka datang ke Bait Allah, untuk berdoa. Kebiasaan ini bukan hanya menunjukkan sebuah tradisi Yahudi yang masih di pegang oleh Petrus dan Yohanes, tapi pada sisi yang lain yang positif yang bisa kita ambil adalah, berdoa adalah kebiasaan baik.  Berdoa adalah kunci bagi seseorang untuk memiliki kuasa dalam pelayanan.  Seseorang memiliki kuasa dalam menjadi saksi bagi Kristus bukan karena jabatan atau posisinya, juga bukan karena pendidikannya yang memadai, tetapi seseorang akan sangat berkuasa dalam pelayanan jika dia memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan melalui Doa.  Petrus adalah contoh akan hal ini.  Dia bahkan bisa membuat mujizat.  Bukankah ini Petrus yang pernah hampir tenggelam andai Yesus tidak menolongnya? Bukankah ini Petrus yang pernah memutuskan telinga Malkhus, hamba imam besar dan tidak mampu menyambungnya seandainya Yesus tidak menolongnya waktu itu.  Dan sekarang, Petrus yang sama, justru bisa membuat mujizat. Mengapa? Kuasa doa, kuasa Roh Kudus, Kuasa Allah.
 
Perhatikan inti khotbah Petrus (Kisah 3:11-26), Yesus yang menjadi inti, mulai dari,
·       Yesus adalah Mesias yang menderita dan mati
·       Kebangkitan Yesus
·       KemuliaanNYA di Sorga
·       KedatanganNYA kembali
·       Dalam Khotbahnya Petrus juga memperhatikan audience-nya, yakni orang-orang Yahudi dengan menghubungkan kepercayaan yang dipegang mereka terhadap Allah yang disembah oleh leluhur mereka, Abraham, Ishak dan Yakub (ayat 13)
Yesus adalah kegenapan nubuatan dan tulisan-tulisan nabi-nabi yang dipercayai oleh orang Yahudi.
 
Perhatikan kutipan dibawah ini
“Dari semua yang mengaku orang Kristen, Masehi Advent Hari Ketujuh haruslah yang nomor satu dalam MENINGGIKAN KRISTUS dihadapan dunia.  Pemberitaan pekabaran malaikat ketiga memerlukan penyajian tentang kebenaran Sabat.  Kebenaran ini, dengan lain-lain yang termasuk dalam pekabaran, harus diberitakan;  TETAPI PUSAT PERHATIAN YANG BESAR, YESUS KRISTUS, TIDAK BOLEH DITINGGALKAN.” – Ellen G White, Pelayanan Injil, hal 138.
 
Jadi pada bagian ini, kita melihat, bahwa Petrus bukan menonjolkan mujizat yang dilakukannya, tetapi menonjolkan Yesus nya. Ini penting.
 
MUNCULNYA OPOSISI  (BANGKITNYA PERLAWANAN)
Kembali kita berhadapan dengan kelompok imam besar, Dewan Sanhedrin, dalam kurun waktu tidak sampai 2 bulan setelah mereka berkumpul untuk memutuskan hukuman bagi Yesus, sekarang kembali mereka berkumpul untuk mendengar kesaksian dari 2 pengikut Yesus, Petrus dan Yohanes.  Kelompok Sanhedrin ini kebanyakan datang dari kelompok Saduki, sebuah kelompok elit dikalangan orang Yahudi, yang sering memainkan peranan politik, social ekonomi dan agama. 
 
Keberatan mereka tentu mengenai Yesus, apalagi Petrus berkhotbah tentang Yesus yang adalah Mesias, Yesus yang bangkit dari orang mati (Saduki, tidak percaya kebangkitan).  Jadi ada 3 hal yang menyebabkan mereka tidak senang
1.     Mengenai pekabaran Yesus
2.     Adanya ajaran tentang kebangkitan Yesus
3.     Figur Petrus yang datang dari masyarakat rendah
 
Tapi ada satu hal yang mereka tidak bisa banta, Mujizat yang dilakukan Petrus.  Kata-kata Petrus terakhir
“Silahkan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah:  taat kepda kamu atau taat kepada Allah.  Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tetang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar (Kis 4:19,20)
 
 
ANANIAS DAN SAFIRA
Dua orang yang bernama baik, Ananias berarti “Allah yang berkemurahan” dan Safira yang berarti “Keindahan atau kecantikan” tapi nama yang baik belum tentu juga memiliki karakter yang baik.  Setidaknya kisah ini adalah contoh.  Perlu diketahui, walaupun informasi awal tentang kehidupan awal jemaat yang mula-mula ini, ditandai dengan orang-orang yang menjual harta mereka dan memberikan hasilnya kepada orang lain, tetapi bukan berarti menjadi sebuah kewajiban atau keharusan bagi orang Kristen mula-mula ini untuk menjual harta mereka dan membagikannnya kepada orang lain, tidak sama sekali.  Menjual dan membagikan kepada orang lain adalah pilihan dan keputusan pribadi.
 
Dan dalam kasus Ananias dan Safira adalah disebabkan
1.     Tampaknya sudah ada itikat buruk sejak awal dari pasangan ini untuk “menipu Allah”
2.     Ini bisa disebut “kejahatan yang direncanakan.”
3.     Keduanya diberi kesempatan untuk mengaku dan bertobat, tetapi mereka tidak melakukannya
4.     Dan tindakan Allah adalah akibat kesalahan mereka dan bukan karena keinginan Allah untuk menghukum mereka berdua.
 
Ini adalah dosa kemunafikan.  Barangkali ini dosa yang paling sering ada diantara umat Allah.
·       Kita sebenarnya diberikan berkat lebih untuk membantu pekerjaan Tuhan, kita menolaknya dengan alasan, kita masih berkekurangan
·       Kita masih melakukan dosa kesayangan tapi kita menutupinya dengan penampilan yang anggun diatas mimbar
·       Kita menceritakan keburukan orang lain kepada orang lain, tetapi dengan tersenyum kita menyambut orang yang kita ceritakan
 
PENAHANAN KEDUA
Kembali kita melihat keberanian murid-murid untuk bersaksi tentang Yesus dengan resiko besar, kematian.  Tetapi mereka tetap bicara tentang Yesus.  Munculnya Gamaliel
 
Kesimpulan
“Kita adalah para penatalayan, dipercayakan oleh Tuhan kita yang lagi pergi, agar kita menata isi rumah-Nya dan kepentingan-kepentinganNya di dunia ini.  Ia telah kembali ke Surga, meninggalkan pada kita tanggung jawab, dan Ia mengharapkan supaya kita berjaga dan menanti kedatanganNya.  Hendaklah kita setia pada tugas kita, jangan sampai kedatangan-Nya yang tiba-tiba itu, Ia mendapati kita tertidur.”  Ellen G White Testimonies for the church, Jilid 8 hal 37

geojc14

View all posts

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *