Pada pelajaran kali ini kita akan mempelajari dari kitab Galatia 6:1-10; jika di Alkitab judul perikopnya adalah “saling membantulah kamu.” Minimal bagi saya pribadi ada tiga hal penting yang dapat kita temukan dalam pelajaran Sekolah Sabat kita kali ini, yaitu:

  1. Memulihkan dan dipulihkan
  2. Menolong dan di tolong memenuhi hukum Kristus
  3. Menabur dan menuai

Baik, mari kita mulai. Pelajaran kita pada sabat ini dimulai dengan ayat berikut ini:

Galatia 6:1 Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan.

Pelanggaran yang dimaksud menggunakan kata paraptoma—tidak merujuk pada dosa yang disengaja melainkan kepada kekeliruan, tersandung, atau salah langkah.[1] Artinya terminologi sesuai konteks disini adalah Paulus membicarakan mengenai kesalahan atau dosa yang secara tidak sengaja dilakukan. Tetapi bagi saya pribadi, entah itu kesalahan yang secara sengaja ataupun tidak disengaja—yang paling penting adalah bagaimana cara penanggulangannya. Menarik adalah cara yang Paulus tawarkan disini adalah ketika seseorang jatuh—maka ia perlu ditolong, ia perlu dipulihkan—namun bagi kita, manusia, yang digunakan oleh Allah untuk menjadi saran penolong ataupun pemulihan bagi sahabat kita. Seperti pengalaman Paulus:

2Kor. 7:5 Bahkan ketika kami tiba di Makedonia, kami tidak beroleh ketenangan bagi tubuh kami. Di mana-mana kami mengalami kesusahan: dari luar pertengkaran dan dari dalam ketakutan. Tetapi Allah, yang menghiburkan orang yang rendah hati, telah menghiburkan kami dengan kedatangan Titus.[2]

Kehadiran kita haruslah menjadi penghibur ditengah-tengah kesulitan ataupun dukacita yang dialami. Namun kita juga harus berhati-hati, jangan karena merasa sudah dapat menolong orang, kita jatuh dalam dosa kesombongan…

1 Korintus 10:12 Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!

Yang kedua: tolong menolong.. perhatikan dua ayat berikut ini:

Galatia 6:2 Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.

Galatia 6:5 Sebab tiap-tiap orang akan memikul tanggungannya sendiri.

 Sebelum saya membahas kedua perbedaan yang cukup signifikan dalam dua ayat diatas, perhatikan dulu mengenah hukum Kristus—ini bukanlah hukum yang baru—tetapi ini merujuk kepada hukum moral—kasih. Hukum moral tidak dibatalkan dengan kedatangan Kristus. Sebaliknya hukum moral diafsirkan oleh kasih akan terus memainkan peran penting dalam kehidupan Kristen.[3] Yaitu dalam kehidupan saling tolong menolong dan agar kuat didalam menanggung beban kita. Membaca Galatia 6:2—Paulus disini seakan-akan mengatakan bahwa beban yang dipikul oleh umat-umat Tuhan haruslah “berat sama dipikul, ringan sama dijinjing” artinya adalah harus saling-tolong menolong. Tentu didalam dunia ini ada begitu banyak beban, baik itu beban pencobaan, penyakit fisik, gangguan mental, krisis keluarga, kurangnya lapangan kerja, kezaliman dan banyak lagi.. tetapi jangan lupa kita tidak sendiri—ada banyak hal yang bisa kita tanggun bersama, antara sesama manusia. Namun yang menarik jika membaca ayat yang ke-5 seakan-akan kontras dengan ayat yang ke-2, jika ayat 2 menyatakan kita saling menolong, membantu.. tetapi ayat 5 seakan-akan mengatakan bahwa tiap-tiap orang harus memikul tanggungannya sendiri tanpa ada bantuan…

Mari kita melihat bahasa aslinya…

Beban dalam Galatia 6:2 adalah baros merujuk pada arti beban berat, beban yang dipikul pada jarak jauh. Sedangkan dalam Galatia 6:5 menggunakan kata phortion itu merujuk kepada kargo kapal, ransel tentara, atau bahkan seorang bayi dalam kandungan.[4] Ada hal-hal  yang dapat kita tanggung secara bersama, namun juga ada yang tidak bisa ditanggung bersama seperti mungkin rasa bersalah, penderitaan, dan kematian.—tetapi didalam Yesus tidak ada yang tidak bisa diselesaikan!!

Yang terakhir.. yang kita perlu lakukan adalah prinsip menabur—memberi saja—nanti tuaian Tuhan yang akan berikan:

Galatia 6:7 Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.

Saya percaya prinsip ini adalah prinsip kekal—jangan pernah kita berfikir bahwa jika kita berbuat baik kepada si manusia “A” kita dapat yang baik dari si “A” hitung-hitungan matematika mungkin harusnya seperti itu. Tetapi didunia ini, tidak seperti itu bukan?? Kita sudah baik kepada si “A” tetapi justru si “A” yang menikam kita dari belakang.. tetapi Allah bilang, jangan takut apa yang ditabur  orang akan dituainya—dan percayalah tuaian itu adalah dari Tuhan—tidak harus dari orang yang kita buat baik ataupun sebaliknya yang kita jahatin!! Dan yang Paulus arahkan adalah tetap untuk menabur kebaikan, perhatikan ayat berikut ini:

Galatia 6:9-10 Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.

Membaca ayat ini adalah bukan berarti Paulus mengajarkan adanya prinsip rasisme, seksisme, sukuisme, kelasisme, yang membutakan.[5] Tetapi ini wajib dimengerti sebagai prinsip—Universal–bahwa umat-umat Kristen wajib berbuat baik, berguna dan melayani bagi semua orang—karena kita semua manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Secara spesifik—kepada kawan-kawan seiman—karena kita sering bertemu, sering berintegrasi dan saling menguatkan dalam iman kepercayaan kita kepada Yesus Kristus yang adalah Tuhan dan juruselamat kita. Tuhan memberkati

[1] Pelajaran sekolah Sabat, hari minggu 17 September 2017, hlm. 150
[2]Diambil dari pelajaran hari Selasa, 19 September 2017, hlm. 152
[3]Pelajaran sekolah Sabat, hari rabu 20 September 2017, hlm. 153
[4]Pelajaran sekolah Sabat, hari rabu 20 September 2017, hlm. 153
[5]Pelajaran sekolah sabat, hari kamis 21 September 2017, hlm. 154

geojc14

View all posts

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *