Pada pelajaran pekan ini kita akan membahas Galatia 5:16-26, yang tentunya juga kita akan mempelajari mengenai “buah roh” dan “Perbuatan daging.”[1] Mari kita langsung kepada pokok bahasan kita. Didalam kitab Galatia 5:16 dan Galatia 5:25 terjemahan baru–bahasa indonesia, kita tidak mendapati kata “berjalan” yang mungkin akan membingungkan bagi kita yang belajar pelajaran sekolah Sabat kita. Perhatikan ayat beriukt ini beserta perbandingannya dalam bahasa inggris–KJV:

Galatia 5:16 Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.

Galatian 5:16 This I say then, Walk in the Spirit, and ye shall not fulfil the lust of the flesh.

Galatia 5:25 Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh,

Galatian 5:25 If we live in the Spirit, let us also walk in the Spirit.

Makna kata berjalan ini bukanlah sekedar tulisan biasa. Ini mengarahkan kita kepada “jalan kebenaran” yaitu Yesus. Sebelum para pengikut Yesus disebut Kristen di Antiokia (Kis. 11:26) mereka hanya dikenal sebagai pengikut “jalan” itu (yoh. 14:6; Kis 22:4; 24:14).[2] Dalam perjanjian lama sendiri kata Halakhah itu biasanya diterjemahkan “hukum Yahudi” kata ini sebenarnya didasarkan pada kata Ibrani untuk “berjalan” dan secara harfiah berarti “cara menjalani.”[3] Artinya adalah baik perjanjian lama atau baru kita diarahkan untuk berjalan dalam Roh—berjalan sesuai dengan apa yang telah digenapi dan dilakukan oleh Yesus. Perlu kita ingat bahwa Paulus tidak pernah membatalkan hukum Allah ataupun hukum taurat. Yang dia lawan adalah cara legalis ketika hukum itu disalahgunakan—yaitu menyatakan bahwa hukum itulah yang memberikan keselamatan. Ada beberapa kata kerja penting yang bisa kita pelajari dalam Galatia 5:16-26. Kelima kata kerja itu telah menjadi kunci dari pelajaran kita Sabat ini, kata-kata itu adalah:

  1. Berjalan dalam roh (ay. 16)- peripateo – artinya kita berjalan bersama Yesus, setiap hari
  2. Dipimpin (ay. 18) – kita tidak sekedar berjalan, tetapi ada pemimpin, ada guidance, 10 hukum Allah.[4]
  3. Hidup (ay. 25) –pengalaman lahir baru yang terus menerus diperbaharui setiap hari
  4. Berjalan (ay. 25) – stoicheo – istilah militer secara harfiah berarti berbaris, tetap mengikuti langkah atau menyesuaikan diri.
  5. Menyalibkan (ay. 24) tentu ini memiliki arti menyalibkan daging/nafsu dunia dengan memberi makan kehidupan rohani kita dan oleh membiarkan keinginan daging itu kelaparan.[5]

Tentu setiap orang mengalami pertentangan dalam hidupnya antara daging dan roh seperti yang dituliskan dalam Galatia 5:17

Galatia 5:17 Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging — karena keduanya bertentangan — sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.

Bagi saya pribadi dan pengalaman yang saya lihat ini adalah pengalaman yang dimiliki oleh orang yang akan memulai berjalan bersama Yesus dan yang telah berjalan bersama Yesus. Ketika seseorang akan mengikuti Yesus, tentu ada banyak pergumulan—bisa saja itu meninggalkan kebiasaan lama, teman lama yang tidak lagi sepaham dengan firman Tuhan, atau mungkin dengan keluarga. Dan setelah itu pergumulan setelah berjalan bersama Yesus—bisa saja muncul keinginan-keinginan untuk kembali, terkenang kepada masa-masa yang lalu—mungkin ada rasa “nikmat” rasa “senang” pada tabiat-tabiat yang lalu.. nah inilah yang dihadapi oleh umat manusia dalam berjalan bersama Yesus. Satu-satunya harapan yang kita miliki untuk menundukkan daging adalah dengan membuat keputusan setiap hari untuk berpihak pada Roh melawan diri kita yang berdosa.[6]—seperti yang telah digambarkan oleh Paulus dalam 5 kunci—kata kerja yang ada dalam Galatia 5:16-26.

Selanjutnya kita dapati dalam Galatia 5:18-26 adalah penjabaran antara daging dan Roh. Perhatika ayat-ayat berikut ini.  Bahwa perbuatan/pekerjaan-pekerjaan daging itu banyak dan bersifat pemisah, tetapi buah roh itu satu—mempersatukan kita. Perhatikan dalam metode penulisannya.

Galatian 5:19 Now the works of the flesh are manifest, which are these; Adultery, fornication, uncleanness, lasciviousness,–teruskan sampai ayat 21

Galatian 5:22-23 But the fruit of the Spirit is love, joy, peace, longsuffering, gentleness, goodness, faith, Meekness, temperance: against such there is no law

Sangat jelas, buah roh itu hanya satu namun pekerjaan-pekerjaan daging itu ada banyak—dan jelas memisahkan dan menyusahkan kehidupan pribadi itu sendiri dan orang-orang yang ada disekitarnya! Jadi jangan sebut lagi buah-buah roh ya—walaupun sepertinya terlihat seperti ada sembilan. Buah roh itu hanya satu dan memiliki rasa kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri.

Tentu Buah roh adalah gambaran dari apa yang harus dan wajib dimiliki oleh umat Allah—dan itu sama sekali tidak bertentangan ataupun menghapuskan 10 hukum Allah—lagipula seperti yang sudah saya katakan diatas tadi, hukum Allah itu adalah gambaran akan “kasih” rasa utama dari buah Roh itu! Gambaran akan kasih manusia kepada Allah dan kasih manusia kepada sesama manusia; dan itu semua kita lakukan karena kita telah terlebih dahulu merasakan inisiatif kasih Allah didalam kehidupan kita manusia. Kiranya Tuhan memberkati kita semua.

[1] Terjemahan seharusnya pekerjaan-pekerjaan daging.—plural/jamak bukan singular/tunggal

[2]Sekolah Sabat, hari minggu 10 September 2017, hlm. 138

[3]Ibid

[4]Sepuluh perintah Allah bukan merupakan pengganti kasih; sepuluh perintah membantu menuntun kita dalam cara kita untuk menunjukkan kasih, baik kepada Allah dan manusia—pelajaran sekolah sabat, hari rabu 13 September 2017, hlm. 141

[5]Pelajaran sekolah Sabat, hari kamis 14 September 2017, hlm. 142

[6]Pelajaran sekolah Sabat, hari senin 11 September 2017, hlm. 139

geojc14

View all posts

Add comment

Your email address will not be published.