Pelajaran sekolah sabat kita pada kali ini akan melihat apakah yang menyebabkan adanya guru-guru palsu dan sedemikian merusakkah ajaran mereka ditengah-tengah pergerakan awal kekristenan? Pengikut Yesus di Zaman Petrus harus menghadapi guru-guru palsu yang akan “memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan.

2 Petrus 2:1 Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka.

Menyatakan dengan jelas bahwa kehadiran guru-guru palsu disaat itu bukanlah hal yang baru—itu sama seperti nabi-nabi palsu pada waktu yang lalu. Saya percaya, itu juga akan terjadi dimasa ini dan masa yang akan datang. Itulah sebabnya kita perlu dan wajib berjaga-jaga! Petrus memperingatkan mereka bahwa sebagaimana nabi-nabi palsu telah ada dahulu, akan ada guru-guru palsu di masa yang akan datang. Bahkan ajaran mereka adalah ajaran menentang Penguasa yang menebus manusia—Tuhan. Salah satu ajaran mereka yang disebutkan oleh Petrus adalah membuat orang-orang “merdeka” padahal yang mereka lakukan adalah menolong mereka untuk kembali kejalan hidup mereka yang lama—jalan hidup yang sia-sia. Perhatikan ayat berikut ini:

2 Petrus 2:17-19 Guru-guru palsu itu adalah seperti mata air yang kering, seperti kabut yang dihalaukan taufan; bagi mereka telah tersedia tempat dalam kegelapan yang paling dahsyat. Sebab mereka mengucapkan kata-kata yang congkak dan hampa dan mempergunakan hawa nafsu cabul untuk memikat orang-orang yang baru saja melepaskan diri dari mereka yang hidup dalam kesesatan. Mereka menjanjikan kemerdekaan kepada orang lain, padahal mereka sendiri adalah hamba-hamba kebinasaan, karena siapa yang dikalahkan orang, ia adalah hamba orang itu.

Petrus menyebutkan guru-guru palsu itu ibarat mata air yang kering—tidak pernah memberikan kemerdekaan ataupun kelegaan yang sesungguhnya. Ajaran mereka adalah ajaran untuk mengikuti hawa nafsu cabul yang memikat orang yang baru saja ingin hidup didalam Tuhan—hidup dalam setiap penurutan yang membawa kepada kebahagiaan; diganti dengan hidup sesuka hati—yang menuntun kepada kebinasaan. Pengajaran ini diibaratkan sebagai mempersalahgunakan kasih karunia Allah. Perhatikan statment berikut ini yang saya ambil dari pelajaran sekolah Sabat kita “meskipun Alkitab berbicara banyak mengenai rahmat dan kasih karunia Allah, keadilan Allah juga memainkan peran penting dalam kehancuran akhir dosa.—menyalahgunakan kasih karunia Allah untuk melampiaskan hawa nafsu mereka; menyangkal Yesus Kristus sebagai satu-satunya Peguasa dan Tuhan; mencemarkan tubuh mereka sendiri; kata-kata yang congkak dan hampa; dan pemfitnah”tentu bukanlah ajaran Alkitab!

Pertanyaannya adalah apakah motifasi dari guru-guru Palsu ini? Silahkan Anda membaca 2 Petrus 2:6-16—maka kita akan dapati dua kisah yang dituliskan oleh Petrus yaitu Kota sodom dan gomora serta Bileam. Apakah yang dapat kita pelajari dari dua kisah yang diingatkan oleh Petrus yang dapat kita baca pada kitab Kejadian 12-19 dan Bilangan 22-24. Pelajaran mengenai sodom dan gomora memberikan pelajaran bahwa bagaimana Tuhan membenci kejahatan dan dosa; namun demikian juga Tuhan mengetahui bagaimana cara menyelamatkan orang benar yang hidup ditengah-tengah orang jahat. Karakteristik dari orang-orang sodom dan gomora adalah sebagai berikut—yang dituliskan oleh Petrus :

2 Pet. 2:10-11 terutama mereka yang menuruti hawa nafsunya karena ingin mencemarkan diri dan yang menghina pemerintahan Allah. Mereka begitu berani dan angkuh, sehingga tidak segan-segan menghujat kemuliaan,padahal malaikat-malaikat sendiri, yang sekalipun lebih kuat dan lebih berkuasa dari pada mereka, tidak memakai kata-kata hujat, kalau malaikat-malaikat menuntut hukuman atas mereka di hadapan Allah.

Mereka adalah orang-orang yang mau “bebas” menuruti hawa nafsu—tidak hidup dalam penurutan akan pemerintahan Allah yang memberikan kebahagiaan bagi kita, manusia. Mereka adalah orang-orang yang tidak dapat diberitahu—karena keberanian dan keangkuahan mereka terhadap Tuhan dan hamba-hamba-Nya. Petrus juga menyebutkan bahwa orang-orang penghujat ini lebih hebat didalam menghujat pemerintahan Allah dibandingkan dengan malaikat-malaikat, yang tidak memakai kata-kata hujat. Sedangkan dari pelajaran megenai Bileam kita dapat menarik satu kesimpulan yang membuat guru-guru palsu ini berbicara firman yang palsu adalah karena keserakahan dan perzinahan.

2 Petrus 2:14-15 Mata mereka penuh nafsu zinah dan mereka tidak pernah jemu berbuat dosa. Mereka memikat orang-orang yang lemah. Hati mereka telah terlatih dalam keserakahan. Mereka adalah orang-orang yang terkutuk! Oleh karena mereka telah meninggalkan jalan yang benar, maka tersesatlah mereka, lalu mengikuti jalan Bileam, anak Beor, yang suka menerima upah untuk perbuatan-perbuatan yang jahat.

Inilah yang menyebabkan ajaran-ajaran guru palsu itu timbul—karena guru-guru itu telah penuh dengna nafsu zinah, hati mereka telah terlatih dalam keserakahan, kenyamanan, kenikmatan dunia—sehingga mereka menghalakan segala cara untuk dapat menerima upah atas ajaran-ajaran yang tidak sesuai dengan Alkitab; yang menghalalkan segala jalan didalam menjadi umat-umat Tuhan yang hidup didalam dunia ini. Akibat yang fatal atas kesalahan-kesalahan ajaran dan perbuatan yang tidak sesuai dengan firman Tuhan akan memberikan efek yang tidak baik. Pelajaran sekolah sabat kita mencatat tiga contoh pembalasan Allah di masa lalu—untuk menangani dosa ini. Termasuk diantaranya kehancuran dahulu kala oleh Air Bah, pembakaran Sodom dan Gomora, dan malaikat-malaikat yang tidak taat dibelenggu untuk dimusnahakn (2 Ptr. 2:4-6; 3:7; Yud. 6, 7). Itulah sebabnya adalah penting bagi kita untuk mencari pengajaran-ajaran yang sehat dan bagi kita yang adalah guru-guru injil sudah waktunya bagi kita untuk menceritakan kebenaran. Bila itu benar—nyatakan benar, bila itu salah—nyatakan salah. Kita bertanggung jawab kepada Tuhan atas setiap ajaran yang kita ajarkan serta setiap hal yang kita dengarkan; maksud saya adalah baik kita sebagai pengajar dan yang diajar—sangat wajib untuk menggunakan pemikiran kita, hati kita dan segala sesuatu yang ada pada kita untuk mencari kemuliaan dan pengenalan yang benar akan firman Tuhan. Tuhan memberkati.

geojc14

View all posts

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *