Pada pekan ini kita akan melihat apakah yang dimaksud dengan dua perjanjian itu? Sebenarnya isyarat dua perjanjian ini kita temukan dalam tulisan Paulus  yang ada dalam kitab Galatia 4:21-31 dengan judul perikop “HAGAR DAN SARA” Dimana diceritakan pada ayat tersebut bahwa Abraham memiliki dua anak—dua perjanjian, yaitu Ismael yang berasal dari Hagar dan Ishak yang berasal dari Sara. Apakah relevansinya dengan pelajaran kita kali ini?

Diawal pelajaran sekolah sabat kita disebutkan sebagai berikut, bahwa dua perjanjian itu adalah cara untuk mendapatkan keselamatan dimana perjanjian yang lama berdasarkan hukum sedangkan yang baru berdasarkan atas kasih karunia. Inilah yang akan kita buktikan saat ini bahwa tanggapan seperti itu adalah salah! Bahwa sesungguhnya dari awal perjanjian itu tetap satu—keselamatan berdasarkan atas kasih karunia! Bukan berdasarkan atas penurutan atau usaha didalam menuruti hukum Allah. Paulus sendiri menjelaskan perihal tersebut dengan menggunakan ilustrasi nyata atas kehidupan Abaham yang memiliki dua orang anak—yang satu adalah anak perjanjian, anak penuh mujizat. Sedangkan yang lain disebut dalam sekolah sabat kita satu-satunya “mujizat” adalah karena kesediaan Sarah untuk berbagi suaminya dengan wanita lain![1]

Mari kita lihat janji yang dibuat oleh Allah kepada Abaraham “BERIT”—Ibrani. Itu muncul sebanyak 300 kali dalam perjanjian lama dan mengacu pada kontrak. Dimana perjanjian seperti ini sering mencakup penyembelihan hewan sebagai bagian dari proses pembuatan {harifiah : “pemotongan”} perjanjian. Pembunuhan hewan melambangkan apa yang akan terjadi kepada pihak yang gagal untuk menepati janji perjanjian dan kewajiban.[2] Jika kita melihat ayat-ayat seperti Kejadian 1:28, 2:2, 3, 15-17 dan Kejadian 12:1-5—yang adalah janji Allah itu selalu dibuat oleh inisiatif Allah. Dan janji itu tidak membutuhkan tindakan atau usaha kita, Allah hanya  menginginkan kita untuk “percaya” beriman atas janji itu. Sekolah Sabat menyebutkan demikian merujuk kepada tindakan Abraham “bukan sekedar disebut “iman” tetapi iman yang dinyatakan oleh tindakannya meninggalkan keluarga besarnya (pada usia tujuh puluh lima!) dan pergi ke negeri yang Allah janjikan.[3] Pertanyaannya apakah Abraham pernah bertanya-tanya akan janji Allah untuk membuat keturunannya menjadi besar? “ya” dalam Kejadian 15:1-6, Abraham bertanya, setelah beberapa waktu kemudian, apakah Eliezer orang Damsyik ini yang akan mewarisi kekayaanku? Karena tidak memberikanku keturunan? Tetapi Allah, berkata bukan, tapi anak kandungmu yang akan mewarisi rumah mu itu!

Namun kita ketahui ceritanya Sarah dan Abraham “berusaha” menolong Tuhan dengan memberikan hagar sebagai selir atau yang boleh memberikan keturunan kepada Abraham dan Sarah—sehingga lahirlah Ishak bahkan…

Kejadian 17:18-19 Dan Abraham berkata kepada Allah: “Ah, sekiranya Ismael diperkenankan hidup di hadapan-Mu!” Tetapi Allah berfirman: “Tidak, melainkan isterimu Saralah yang akan melahirkan anak laki-laki bagimu, dan engkau akan menamai dia Ishak, dan Aku akan mengadakan perjanjian-Ku dengan dia menjadi perjanjian yang kekal untuk keturunannya.

Perhatikan saudara, Allah tidak ingin adanya intervensi dari manusia didalam perjanjian yang dibuat-Nya, ibaratkan Ishak adalah keselamatan—Allah tidak mau Ismael, karena itu adalah hasil usaha Abraham, Sarah dan Hagar. Demikian juga keselamatan adalah murni dari Tuhan, pemberian Allah—tugas kita sebenarnya adalah sama seperti Sarah dan Abraham, percaya, menurut dan menuggu saja! Jangan lupa keadaan kondisi fisik Abraham dan sarah adalah sudah mati haid dan tua.

Kejadian 18:10-14 Dan firman-Nya: “Sesungguhnya Aku akan kembali tahun depan mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara, isterimu, akan mempunyai seorang anak laki-laki.” Dan Sara mendengarkan pada pintu kemah yang di belakang-Nya. Adapun Abraham dan Sara telah tua dan lanjut umurnya dan Sara telah mati haid. Jadi tertawalah Sara dalam hatinya, katanya: “Akan berahikah aku, setelah aku sudah layu, sedangkan tuanku sudah tua?” Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Abraham: “Mengapakah Sara tertawa dan berkata: Sungguhkah aku akan melahirkan anak, sedangkan aku telah tua? Adakah sesuatu apa pun yang mustahil untuk TUHAN? Pada waktu yang telah ditetapkan itu, tahun depan, Aku akan kembali mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara mempunyai seorang anak laki-laki.”

Saudaraku dari kejadian 18:10-14 ada banyak hal yang kita pelajari:

  1. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan
  2. Benar keadaan fisik mereka nyata—tidak mungkin—punya anak, sudah tua, sudah mati haid!
  3. Ingat Sara hanya tertawa dalam hatinya, tapi Allah tau sarah tertawa—hati-hati dengan hati kita!

Galatia juga menyebutkan Hagar ibarat gunung sinai dan Sarah itu Yerusalem baru. Perlu diingat Masalah pada pihak sinai, ketika Tuhan memberikan hukum-hukum-Nya adalah bukan pada Allah, tetapi itu ada pada pihak gagalnya janji-janji manusia itu sendiri. Gantinya menyambut janji-janji Allah dengan kerendahan hati dan iman, orang Israel menyambutnya dengan kepercayaan diri. “segala yang difirmankan TUHAN akan kami lakukan” Kel. 19:8.[4] Padahal hanya beberapa saat selang janji yang mereka ikrarkan bangsa israel telah membuat patung anak lembu emas. Firman Allah tidak menyiratkan kebenaran oleh usaha. Sebaliknya, Ia ingin agar orang Israel memiliki iman yang sama yang menandai respons Abraham kepada janji-janji-Nya.[5] Dewasa ini, dua perjanjian itu masih ada dalam dunia ini bahwa keselamatan atas penurutan akan hukum Allah—dijaman Paulus, tentunya itu mengarah kepada sunat untuk keselamatan. Tetapi seyogyanya itu tetap sama, tidak berubah bahwa janji itu tetap satu, tidak ada yang lain, bahwa keselamatan adalah karena kasih karunia Allah melalui janji itu sendiri—Yesus Kristus—keturunan Abraham, keturunan Ishak (anak perjanjian) bukan Ismael. Tuhan memberkati.

[1]Pelajaran hari Selasa, 29 Agustus 2017, hlm. 116

[2]Pelajaran sekolah Sabat, hari minggu 27 Agustus 2017, hlm. 114

[3]Pelajaran sekolah Sabat, hari senin 28 Agustus 2017, hlm. 115

[4]Pelajaran sekolah Sabat, rabu 30 Agustus 2017, hlm. 117

[5] ibid

geojc14

View all posts

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *