Belajar Galatia 6:11-18

Dijaman ini tentu salib adalah satu lambang yang baik—mengartikan pengikut Kristus. Tetapi dijaman Paulus hidup salib itu adalah identik dengan kehinaan, penghukuman dan kaum yang diasingkan. Ayat hafalan kita pada pekan terakhir disabat ini menyebutkan demikian:

 Galatia 6:14 Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia.

Bagi Paulus sendiri pekabaran salib itu adalah pekabaran utama yang ia selalu kumandangkan dimana saja ia berada. Kita dapat menarik dari pelajaran kita bahwa Pekabaran salib itu memiliki dua hal penting yaitu:—salib sebagai Pusat—Yesus dan yang kedua pembenaran didalam Yesus. Ajaran salib itu bukan berarti ajaran yang baru; bagi Paulus ajarannya itu terinsiprasi dari nabi-nabi perjanjian lama yaitu Yesaya, Yeremia, Hosea. Mari kita lihat ayat-ayat berikut ini:

 Yeremia 9:23-24 Beginilah firman TUHAN: “Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya, tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN.”

Serta ayat berikut:

 Galatia 6:11 Lihatlah, bagaimana besarnya huruf-huruf yang kutulis kepadamu dengan tanganku sendiri.

Tulisan penutup pada surat-surat Paulus biasanya terdiri dari salam pada orang-orang tertentu, sebuah nasihat akhir, tanda tangan pribadi, doa berkat dan penutup—tidak seperti surat kepada jemaat di Galatia, banyak yang ditulis oleh Paulus sendiri, karena biasanya paulus menggunakan juru tulis. Ada beberapa aspek sehingga dalam memaknai Galatia 6:11 yaitu mengapa tulisan itu ditulis besar-besar; itu dikarenakan Paulus menderita penyakit rabun; bisa juga karena kesulitan tangannya untuk menulis—akibat penganiyaan, serta pekerjaannya yang membuat kemah. Tetapi ada konsep penting juga yang dapat ditekankan, bahw Paulus sedang menekankan satu hal  yang sangat penting dalam konsep suratnya pada jemaat Galatia—yaitu pekabaran salib itu sendiri. Lebih jauh lagi..

 Galatia 6:12-13 Mereka yang secara lahiriah suka menonjolkan diri, merekalah yang berusaha memaksa kamu untuk bersunat, hanya dengan maksud, supaya mereka tidak dianiaya karena salib Kristus. Sebab mereka yang menyunatkan dirinya pun, tidak memelihara hukum Taurat. Tetapi mereka menghendaki, supaya kamu menyunatkan diri, agar mereka dapat bermegah atas keadaanmu yang lahiriah

Ini adalah hal yang sangat penting, apa gunanya agama secara lahiri—disunat tetapi hatinya tidak bersunat. Membicarakan kebaikan tetapi tidak berbuat baik, mengkhotbahkan kejujuran tetapi berbuat dusta. Inilah yang Paulus ingin kabarkan yang terlihat jelas melalui ayat berikut ini:

 Galatia 6:15 Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak ada artinya, tetapi menjadi ciptaan baru, itulah yang ada artinya.

Perlu kita ingat bahwa Paulus tidak pernah melarang sunat. Tetapi Paulus menegaskan bahwa yang lebih penting dari itu adalah pekabaran salib Yesus—kita diselamatkan oleh Yesus dan adanya perubahan dalam tingkah laku, perkataan—tabiat kita sebagai pengikut Yesus. Paulus juga dengan tegas mengamarkan kepada kita semua agar bersandar sepenuhnya pada Yesus, pada kehidupan-Nya—hingga pada janji kedatangan-Nya kembali—karena hanya itu yang dapat menyelamatkan kita. Bukan sunat ataupun perbuatan baik kita sekalipun, tetapi apakah kita perlu berbuat baik?? Ya, karena itu adalah tanda bahwa hati kita telah diperbaharui—telah sunat hati.

Satu hal yang tidak kalah penting lagi, dalam pekabarannya, Paulus tidak hanya omong doang! Atau jago dalam bicara saja—tetapi dalam surat-suratnya ia selalu memberi ketegasan bahwa apa yang ia bicarakan juga ia lakukan. Perhatikan ayat berikut ini:

 Galatia 6:17 Selanjutnya janganlah ada orang yang menyusahkan aku, karena pada tubuhku ada tanda-tanda milik Yesus.

Bekas luka yang Paulus telah dapatkan dari musuhnya sementara dalam pelayanan kepada Tuhannya berbicara paling fasih tentang kesetiaannya kepada Kristus—Ellen G. White Comments, THE SDA Bible Commentary, jld. 6, hlm. 989.

 Marilah kita setia kepada Yesus, bergantung kepada-Nya dan tidak hanya dalam bibir tetapi dalam perbuatan—bukan supaya selamat tetapi karena sudah terima keselamatan dari Yesus Kristus sampai selama-lamanya menjadi milik kita, hingga Yesus datang kali yang ke-2. Tuhan memberkati.

geojc14

View all posts

Add comment

Your email address will not be published.