Pada pekan ini kita akan melihat dua hal yang tidak kalah penting dalam pelajaran sekolah Sabat kita yaitu babel dan harmagedon. Petunjuk penting yang bisa kita dapatkan dalam Sabat petang menyatakan demikian: Nama Babel muncul enam kali dalam kitab Wahyu. Tetapi itu tidak berbicara tentang kerajaan purba Nebuakdnezar.[1] Dalam hal ini, Babel—sebuah kuasa politik dan agama yang beesar yang telah meindas umat Allah—sekarang menggambarkan kuasa politik dan agama yang besar yang akan melakukan hal yang sama pada akhir zaman.[2] Harmagedon—yang terjadi hanya dalam kitab Wahyu tetapi itu berdasarkan frasa Ibrani yang berarti “Gunung Megido,” sebuah referensi untuk satu tempat di Israel kuno.[3]—dimana banyak orang berspekulasi tentang pertempuran militer besar-besaran akan terjadi disana. Mari kita lihat ayat mengenai Harmagedon ini..

Wahyu 16:16 Lalu ia mengumpulkan mereka di tempat, yang dalam bahasa Ibrani disebut Harmagedon.

Seperti yang kita ketahui bahwa harmagedon itu adalah gunung megido tetapi secara arti kata-perkata adalah demikian: Har—gunung; meggido—penipuan = gunung ataupun puncak penipuan. Lebih jauh lagi kita mengetahui bahwa kata harmagedon ini terdapat dalam cawan murka Allah yang ke-6. Mari kita lihat ayatnya..

Wahyu 16:12-16 Dan malaikat yang keenam menumpahkan cawannya ke atas sungai yang besar, sungai Efrat, lalu keringlah airnya, supaya siaplah jalan bagi raja-raja yang datang dari sebelah timur. Dan aku melihat dari mulut naga dan dari mulut binatang dan dari mulut nabi palsu[4] itu keluar tiga roh najis yang menyerupai katak[5]. Itulah roh-roh setan yang mengadakan perbuatan-perbuatan ajaib, dan mereka pergi mendapatkan raja-raja di seluruh dunia, untuk mengumpulkan mereka guna peperangan pada hari besar, yaitu hari Allah Yang Mahakuasa. “Lihatlah, Aku datang seperti pencuri. Berbahagialah dia, yang berjaga-jaga dan yang memperhatikan pakaiannya, supaya ia jangan berjalan dengan telanjang dan jangan kelihatan kemaluannya.” Lalu ia mengumpulkan mereka di tempat, yang dalam bahasa Ibrani disebut Harmagedon.

Sekolah Sabat sendiri menuliskan bahwa diwilayah Megido sendiri tidak ada gunung, yang ada disekitar wilayah itu adalah gunung Karmel. Berikut tulisan sekolah Sabat kita. Pertama, tampaknya namanya berarti “Gunung Megido.” Bagaimanapun, di sana tidak ada gunung yang terkenal di wilayah Megido, tetapi Gunung karemal terletak di wilayah sekitarnya, para ahli melihat ungkapan Gunung Megido sebagai satu rujukan kepada Gunung Karmel.[6] Dan jika ini merujuk kepada peristiwa di Gunung Karmel maka itu mengingatkan kita kepada peristiwa yang tertulis dalam 1 Raja-raja 18:1-18, pertempuran di Gunung Karmel antara Elia, nabi Allah dan 450 Nabi Baal.[7]—Dimana nabi-nabi palsu itu memangil allah mereka sampai menoreh tubuh mereka tapi tidak datang untuk memakan ataupun melahap pesembahan mereka. Jauh berbeda dengan Elia, persembahan itu direndam tiga kali, dan air meluap di paritnya. Elia berdoa dengan doa yang sederhana kepada Allah. Allah dengan segera membakar hangus semuanya, termasuk mazbah batu dan tanah di bawahnya. Sekarang kuasa Allah yang benar dibandingkan dengan Baal tidak dapat diragukan lagi.[8] Sekarang jelas bila Harmagedon itu merujuk kepada peristiwa pada Gunung Karmel itu berarti mengingatkan kita bahwa pertempuran disini bukanlah pertempuran secara militer—tetapi itu adalah pertempuran keyakinan; antara kepalsuan dan kebenaran. Perhatikan ayat berikut ini:

1 Raj. 18:18 Jawab Elia kepadanya: “Bukan aku yang mencelakakan Israel, melainkan engkau ini dan kaum keluargamu, sebab kamu telah meninggalkan perintah-perintah TUHAN dan engkau ini telah mengikuti para Baal.

Yang berikutnya, mengenai Babel. Berikut ini adalah ayat-ayat mengenai  Babel dalam kitab Wahyu:  Wahyu 14:8; 16:19; 17:5; 18:2, 10, 21—ada enam ayat yang merujuk kepada Babel dalam kitab Wahyu.[9] Sekolah Sabat kita, seperti yang telah kita pelajari menyuguhkan dua kota dalam Alkitab yaitu Yerusalem yang adalah gambaran akan kota Allah dan umat perjanjian didalam Alkitab. Sedangkan Babel berdiri sebagai penindasan, kekerasan, agama palsu, memberontak kepada Allah.[10] Jadi ayat ini artinya adalah:

Wahyu 14:8 Dan seorang malaikat lain, malaikat kedua, menyusul dia dan berkata: “Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, yang telah memabukkan segala bangsa dengan anggur hawa nafsu cabulnya.”

Anggur itu adalah jelas merujuk kepada doktrin palsu, ajaran palsu, dan praktik kejahatan dan hasil akhir yang datang dari semuanya itu.[11] Yang pada satu saat akan dihentikan—akan rubuh; amaran ini diulangi juga dalam Wahyu 18, khususnya ayat yang ke-2.

Wahyu 18:2 Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya: “Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci,

Sama persis dengan Daniel 5—satu saat Babel akan menghadapi penghakiman seperti Kerjaan Babel.

Daniel 5:25-28 Maka inilah tulisan yang tertulis itu: Mené, mené, tekél ufarsin. Dan inilah makna perkataan itu: Mené: masa pemerintahan tuanku dihitung oleh Allah dan telah diakhiri; Tekél: tuanku ditimbang dengan neraca dan didapati terlalu ringan; Peres: kerajaan tuanku dipecah dan diberikan kepada orang Media dan Persia.

Satu saat kepalsuan, ajaran sesat itu akan roboh dan akan diakhiri oleh penghakiman Allah. Harmagedon adalah puncak penyesatan—itu adalah peperangan antara keyakinan antara yang benar dan yang salah! Maka pada hari ini pilihlah pada pihak yang benar. Saya ingin menutup rangkuman sekolah Sabat kita dengan ayat berikut ini:

1 Korintus 15:1-2 Dan sekarang, saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri. Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu — kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya.

Tetap teguh dan tetap setia, nantikan Tuhan! Tuhan memberkati..

 

[1]Walaupun bagi saya, memiliki relevansi hubungan yang sangat simetris
[2]Sabat petang, 16 Juni 2018, hlm. 137
[3]Sabat petang, 16 Juni 2018, hlm. 137
[4]Ini adalah naga, binatang dari laut dan dari dalam bumi
[5]Katak—dewa kesuburan bangsa Mesir, —namanya HEKET—jadi tulah ke-2 (keluaran 8)
[6]Rabu, 20 Juni 2018, hlm. 141
[7]Kamis, 21 Juni 2018, hlm. 142
[8]Kamis, 21 Juni 2018, hlm. 142
[9]Minggu, 17 Juni 2018, hlm. 138.
[10]Minggu, 17 Juni 2018, hlm. 138.
[11]Minggu, 17 Juni 2018, hlm. 138.

geojc14

View all posts

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *