Pada pekan ini kita akan mempelajari pelajaran pada wahyu 13. Jika yang lalu kita telah mempelajari mengenai trintas palsu—setan (naga) dan dua kuasa bumi yang bersatu untuk menganiaya umat Allah, satu dari kuasa ini, binatang yang keluar dari dalam laut (Wahyu 13:1-10), adalah menggambarkan gabungan dari seekor macan tutul, seekor beruang dan seekor singa (Why 13:2)—gambar diambil dari Daniel 7:4-6.[1] Binatang ini adalah menunjuk kepada Kepausan. Satu gambaran dari binatang ini dituliskan dalam ayat berikut:

Wahyu 13:3 Maka tampaklah kepadaku satu dari kepala-kepalanya seperti kena luka yang membahayakan hidupnya, tetapi luka yang membahayakan hidupnya itu sembuh. Seluruh dunia heran, lalu mengikut binatang itu.

Sekolah Sabat kita menuliskan demikian : Melalui pengaruh Reformasi, Abad pencerahan, dan Revolusi Prancis, dominasi Roma secara politik dan agama telah hancur pada akhir abad ke delapan belas. Salah satu Paus, Paus VI, sebenarnya sudah tertawan oleh tentara Prancis pada tahun 1978 dan meninggal di pembuangan pada tahun 1799.[2] Binatang yang pertama ini telah menjalankan kuasanya sejak tahun 538 M. Artinya telah menjalankan kuasanya selama empat puluh dua bulan sama dengan “satu masa dan dua masa dan setengah masa” dari Daniel 7:25, atau tiga setengah tahun (Wahyu 12:14) atau 1.260 hari nubuatan (Wahyu 12:6)—yaitu selama kuasa kepausan menindas lawan-lawannya. Periode masa nubuatan ini (menggunakan prinsip satu hari satu tahun) dimulai dengan supremasi kepausan 538 M., dihentikan pada tahun 1798, ketika paus ditangkap.[3]

Binatang yang kedua yang muncul dari dalam bumi adalah Amerika serikat.

Wahyu 13:11-12 Dan aku melihat seekor binatang lain keluar dari dalam bumi dan bertanduk dua sama seperti anak domba dan ia berbicara seperti seekor naga. Dan seluruh kuasa binatang yang pertama itu dijalankannya di depan matanya. Ia menyebabkan seluruh bumi dan semua penghuninya menyembah binatang pertama, yang luka parahnya telah sembuh.

Ellen G. White menuliskan demikian:

“Bangsa dari Dunia baru manakah yang bangkit pada tahun 1798 menjadi berkuasa, yang menjanjikan kekuatan dan kebesaran dan yang menarik perhatian dunia? Penerapan lambang ini tidak menimbulkan pertanyaan. Satu bangsa, dan satu-satunya yang memenuhi spesifikasi nubuatan ini; tanpa diragukan lambang itu menunjuk kepada Amerika Serikat.”—Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 8, hlm. 460.[4]

Bahkan sejak tahun 1851 beberapa orang Advent telah mengenal Amerika sebagai kuasa binatang kedua (Why. 13:11-15), yang merupakan pengenalan yang luar biasa mengingat status Amerika Serikat saat itu.[5]—artinya belum se super power saat ini (Anda dapat membaca sejarahnya dalam pelajaran sekolah sabat kita). Binatang yang kedua ini juga sangat simetris dengan apa yang terjadi dalam Daniel 3, dimana penyembahan kepada patung itu juga dipaksakan dan hukumannya adalah kematian—nyawa, perhatikan ayat berikut ini:

Wahyu 13:14-15 Ia menyesatkan mereka yang diam di bumi dengan tanda-tanda, yang telah diberikan kepadanya untuk dilakukannya di depan mata binatang itu. Dan ia menyuruh mereka yang diam di bumi, supaya mereka mendirikan patung untuk menghormati binatang yang luka oleh pedang, namun yang tetap hidup itu. Dan kepadanya diberikan kuasa untuk memberikan nyawa kepada patung binatang itu, sehingga patung binatang itu berbicara juga, dan bertindak begitu rupa, sehingga semua orang, yang tidak menyembah patung binatang itu, dibunuh.

Itulah babel-kepalsuan. Sekolah Sabat kita mengatakan demikian “Babel memiliki sejarah yang panjang menjadi pusat ibadah palsu; jadi Babel adalah simbol yang tepat untuk kekuatan akhir zaman yang menipu bangsa-bangsa.”[6] Dan ini digambarkan dengan menarik dalam Wahyu 17 adalah wanita yang menunggang binatang merah tua, yang melambangkan persatuan kuasa kekuatan agama dan politik yang terlarang. Perempuan ini sangat berbeda dengan perempuan murni dalam wahyu 12.[7]

Yang perlu kita lakukan adalah tertuang dalam ayat berikut ini:

Wahyu 18:2,4 Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya: “Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci, 18:4 Lalu aku mendengar suara lain dari sorga berkata: “Pergilah kamu, hai umat-Ku, pergilah dari padanya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya.

Ini adalah satu amaran yang keras bagi kita untuk meninggalkan kepalsuan itu—ketercampurannya kebenaran dan kesalahan. Serangan setan kepada hukum Allah adalah sebuah serangan kepada Allah sendiri. kepada kekuasaan-Nya dan kepada pemerinahan-Nya. Jadi, pada akhir zaman, dalam peristiwa klimaks krisis akhir zaman, setan akan menyerang mereka yang memelihara “hukum Allah” (Wahyu 12:17; 14:12), Oleh karena mereka sendirilah di dunia ini yang menolak memberikan penghormatan melalui kuasanya di bumi.[8] Marilah kita berserah kepada Allah dan memohon kuasa-Nya untuk menuntun kita semua. Tuhan memberkati

[1]Sabat petang, 2 Juni 2018, hlm. 113
[2]Minggu, 3 Juni 2018, hlm. 114
[3]Senin, 4 Juni 2018, hlm. 115
[4]Senin, 4 Juni 2018, hlm. 115
[5]Kamis, 7 Juni 2018, hlm. 118
[6]Rabu 6 Juni 2018, hlm. 117
[7]Rabu 6 Juni 2018, hlm. 117
[8]Jumat, 8 Juni 2018, hlm. 119

geojc14

View all posts

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *